Pangkalpinang, kejarberitanews.com — Media Kejar Berita News melakukan audiensi dengan jajaran Media Radak Babel. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarmedia sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam menjalankan tugas jurnalistik di Bangka Belitung, Rabu (9/9/2026).
Dalam audiensi tersebut, Media Kejar Berita News hadir bersama pimpinan media, pemimpin redaksi, jurnalis, HRD, serta seluruh pegawai. Kedatangan rombongan disambut baik oleh jajaran Media Radak Babel.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Sejumlah hal dibahas dalam audiensi, mulai dari pengalaman dalam mengelola perusahaan media, membangun chemistry antartim, hingga peluang kerja sama dan kolaborasi ke depan.
Salah satu pembahasan yang turut menjadi perhatian adalah terkait persoalan pertimahan di Bangka Belitung. Dalam diskusi tersebut, pihak Radak Babel menyampaikan dukungan terhadap keberadaan satuan tugas (satgas) di Bangka Belitung.

Menurut pihak Radak Babel, kehadiran satgas dinilai dapat mendorong tata kelola pertimahan menjadi lebih teratur. Jika sebelumnya tata kelola timah dinilai masih belum berjalan secara optimal, saat ini terdapat upaya untuk menciptakan sistem yang lebih tertata.
Kehadiran satgas juga dinilai sebagai bagian dari upaya untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat Bangka Belitung, khususnya dalam menciptakan tata kelola pertimahan yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi daerah.
Selain membahas isu pertimahan, jajaran Radak Babel juga berbagi pengalaman mengenai berbagai tips dan trik dalam menjalankan sebuah perusahaan media.
Pembahasan tersebut mencakup bagaimana membangun kekompakan, menjaga komunikasi, serta menciptakan chemistry yang baik di antara seluruh anggota tim.
Dalam diskusi mengenai pertimahan, salah satu pihak Radak Babel menyampaikan bahwa masih terdapat banyak celah yang dapat dilihat dari berbagai sisi, terutama dengan memahami kekurangan dalam tata kelola yang ada.

Menurutnya, sektor swasta memiliki sistem dan kepentingan bisnis tersendiri sehingga tidak dapat diganggu. Namun, media tetap dapat mengambil peran dengan melihat persoalan tersebut dari sisi yang berbeda, termasuk bagaimana mendorong agar aktivitas ekonomi yang bermasalah dapat diarahkan menjadi sesuatu yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tim Investigasi Media Radak Babel, La Ode M. Murdani, menekankan pentingnya kolaborasi antarmedia.
“Kolaborasi itu penting. Dengan banyak mata yang memandang, tentu akan semakin banyak hal yang bisa kita lihat. Kami berharap melalui pertemuan ini, hubungan antarmedia bisa semakin dekat,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Hardi menyampaikan bahwa kekuatan wartawan akan semakin besar apabila dapat membangun persatuan dan kebersamaan.
“Kalau wartawan bersatu, pasti akan kuat,” katanya.
Audiensi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarmedia, tetapi juga menjadi langkah awal untuk membangun sinergi dan kolaborasi dalam menjalankan fungsi pers, khususnya dalam menyampaikan informasi yang faktual dan bermanfaat bagi masyarakat Bangka Belitung.(fz)













