- Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Jagat sosial politik di negeri Serumpun Sebalai mendadak sedikit naik tensinya. Beredar informasi terkait rencana ormas Almaster Babel akan melakukan unjuk rasa secara damai demi menyampaikan beberapa tuntutan atas nama masyarakat yang sebelumnya sudah dilakukan tepat sebulan yang lalu di Kantor Gedung DPRD Provinsi Bangka Belitung, Rabu 9 September 2026.
Pada aksi demo 4 Agustus 2026 yang lalu, pihak ormas Almaster Babel telah menyampaikan -berdasarkan catatan redaksi- empat tuntutan, dimana dua diantaranya adalah terkait keberadaan Satlap Tricakti dan terkait keadilan ekonomi pertambangan timah.
“Dasar hukum pembentukan, tugas dan fungsi kewenangan ruang lingkup kerja, masa penugasan serta tuntutan pada PT Timah dan instansi terkait mengenai jumlah timah yang telah diamankan Satlap Tricakti, asal-usul barang, serta mekanisme penyerahannya kepada pihak berwenang,” demikian kutipan yang berhasil disusun oleh awak media ini.
Kendati demikian, jika ditelisik secara historikal via database, dua tuntutan yang dikumandangkan oleh ormas Almaster Babel tersebut sebenarnya sudah diakomodir oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini Forkopimda Bangka Belitung, dan pihak Satlap Tricakti.
“Mulai hari ini, permintaan masyarakat Belitung Timur untuk harga Rp200 ribu sudah kita tetapkan untuk kadar Sn 73. Untuk mekanisme pembayaran, tetap dilaksanakan sesuai ketentuan,” ujar Gubernur Babel Hidayat Arsani saat konferensi pers di Belitung Timur, Sabtu 8 Agustus 2026, atau sehari pasca demo di 7 Agustus 2026.
Sementara tuntutan yang berikutnya adalah, tuntutan menyoal dasar pembentukan Satlap Tricakti sesungguhnya mudah saja diperoleh melalui halaman web BPK RI melalui aturan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dalam Undang-Undang TNI (setelah penambahan dalam revisi UU terbaru) mencakup 16 kategori tugas pokok yang diatur dalam Pasal 7 ayat (2). Selanjutnya soal transparansi hasil operasi pengamanan aset negara berupa mineral berharga alias pasir timah, di 14 Agustus 2026 kemarin sudah dilaksanakan di dua Gudang Besar Timah yang berlokasi di Cambai Bangka Tengah dan GBT Sungailiat.
“Keseluruhan di Bangka belitung sejumlah 324.574 kg pasir timah dan 141.475 kg berbentuk timah balok. Untuk posisi di GBT Cambai ada 57.616 kg pasir timah dan 8346 kg lempengan timah balok. Selain itu, barang bukti yang kami amankan sudah melewati proses tes lab untuk menentukan kadar Sn di Lab PT Timah,” terang seorang anggota Satlap Tricakti dikutip dari media ini (link).
*Benarkah Aksi Demo Besok Adalah Muara Kepentingan Beberapa Sosok Ini?*
Di sisi lain, redaksi di Rabu siang ini baru mendapatkan informasi semi sensitif mengenai peta dibalik layar rencana aksi demo 10 September besok yang akan digelar oleh Almaster Babel. Sumber eksternal media yang terpercaya sedikitnya -dalam percakapan tadi- sudah memberi indikasi adanya peran-peran diduga dalang dari demo yang berpotensi membuat keruh situasi Kamtibmas di negeri Serumpun Sebalai.
“Setahu saya kan sudah pernah lakukan demo, dan diakomodir beberapa tuntutan mereka kok sekarang diulangi lagi tuntutan tadi, ini ada apa? Setelah berkembangnya situasi maka satu persatu mulai muncul di media nama-nama yang diduga berperan sebagai diduga dalang dari aksi demo besok 10 September. Dua diantaranya adalah praktisi tambang ilegal Sarangikan Lubuk HT, bos tambang bandara IP, kemudian dua lainnya diduga berasal dari smelter tertentu DA dan R,” ungkap sumber yang meminta namanya dirahasiakan demi keamanan dirinya.
*Dibalik Rencana Aksi Demo Besok Muncul Dugaan Aliran Uang Miliaran Rupiah*
Bukan cuma itu, berdasarkan informasi yang berhasil disusun oleh awak media, pada akhirnya turut menyebutkan adanya dugaan aliran uang ke sejumlah sosok yang berkepentingan atas rencana aksi demo yang akan menghadirkan ± 300 orang lebih tersebut.
“Didapatkan data, bahwa sebenarnya dari keempat orang yang diduga kuat sebagai masterminds rencana aksi demo besok, ternyata ada seorang ‘orang kuat’ yang menghubungi saya justru sama sekali tidak tahu soal rencana tersebut, “Saya tidak tau itu, hajar, saya support” begitu kata orang kuat tadi,” ungkap sumber kedua redaksi.
Meskipun redaksi sudah mendapatkan informasi tervalidasi seperti ini, namun akurasinya perlu diteliti lebih jauh lagi jika sudah menyangkut aliran uang. Juga konfirmasi lanjutan akan terus dikembangkan.
Dengan begitu, rencana aksi demo yang -mirisnya- mengatasnamakan rakyat ini berkembang menjadi conflict of interest antar sosok yang diduga sebagai aktor intelektual aksi unjuk rasa besok.
“Bahwa DA dan R ini mengatasnamakan nama orang kuat tadi. Alhasil dua aktor lainnya HT dan IP ini percaya bahwa DA dan R seolah mendapat restu dari orang kuat makanya keduanya mau mengeluarkan sejumlah uang senilai, kabarnya miliaran rupiah. Padahal orang kuat ini sama sekali tidak tau sepak terjang dari dua oknum tersebut,” beber sumber lagi.
Lainnya lagi adalah, sosok yang diduga aktor intelektual tersebut saat ini posisinya sudah makin tersudutkan, mengingat sudah ada beberapa media yang mengangkat dugaan turut bermainnya sang dalang dalam rencana aksi demo besok.
“Sudah keliling ke beragam instansi hukum yang ada di Babel agar informasi seperti ini tidak muncul ke hadapan publik, selain itu kok bisa seenaknya mengorbankan perintah Presiden Prabowo lewat Pasal 7 ayat (2) UU TNI terkait 16 kategori dalam OMSP yang jadi dasar aturan bergerak Satlap Tricakti, demi semata-mata kepentingan pribadi? Paling mahal keluar biaya demo cuma ratusan juta rupiah saja,” pungkas sumber. (Red)







