Pangkalpinang, kejarberita-news.com – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SDN 26 Pangkalpinang pada Selasa, 22 April 2026 berlangsung dengan tertib dan lancar. Ujian yang diawali dengan mata pelajaran literasi ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VI dengan suasana yang kondusif serta penuh keseriusan dalam mengerjakan soal.
Secara nasional, pelaksanaan TKA SD tahun 2026 digelar serentak pada 20 hingga 30 April 2026 di masing-masing sekolah. Kegiatan ini ditujukan untuk mengukur capaian akademik siswa secara objektif, khususnya pada kemampuan dasar yang menjadi fondasi pembelajaran, yaitu literasi dan numerasi.
Di SDN 26 Pangkalpinang, pelaksanaan TKA dijadwalkan selama dua hari, yakni 22 hingga 23 April 2026. Pada hari pertama, siswa mengikuti ujian literasi yang berfokus pada kemampuan memahami, menganalisis, dan menginterpretasikan teks, sementara hari kedua akan dilanjutkan dengan ujian numerasi yang berkaitan dengan kemampuan berpikir logis dan matematis.

Sebanyak 32 siswa terdaftar sebagai peserta TKA di sekolah tersebut. Untuk menjaga efektivitas pelaksanaan, ujian dibagi ke dalam dua sesi, masing-masing diikuti oleh 16 siswa. Pembagian ini dilakukan agar proses ujian dapat berlangsung lebih teratur serta meminimalisir kendala teknis di lapangan.
Pelaksanaan ujian dilakukan secara berbasis digital dengan memanfaatkan perangkat laptop yang telah disiapkan oleh pihak sekolah. Para siswa terlihat fokus dan serius selama mengerjakan soal, sementara panitia memastikan seluruh perangkat dapat digunakan dengan baik tanpa hambatan berarti.
Guna menjaga integritas pelaksanaan ujian, pengawasan dilakukan secara silang oleh guru dari SD Pembinaan. Sistem ini diterapkan sebagai langkah untuk menjamin objektivitas serta menciptakan suasana ujian yang jujur, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala SDN 26 Pangkalpinang, Meilani, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA berjalan sesuai harapan. Ia menilai kesiapan siswa dan dukungan dari seluruh pihak menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah pelaksanaan TKA berjalan lancar. Anak-anak terlihat siap dan mampu mengikuti ujian dengan tertib. Ini menjadi gambaran bahwa mereka telah dibekali dengan pembelajaran yang cukup selama ini,” ujar Meilani.
Ia juga menambahkan bahwa hasil dari TKA nantinya tidak hanya menjadi tolok ukur kemampuan siswa, tetapi juga bahan evaluasi bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Selain mengujikan literasi dan numerasi, pelaksanaan TKA juga terintegrasi dengan Survei Karakter dan Lingkungan Belajar. Melalui rangkaian ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang lebih menyeluruh, tidak hanya terkait kemampuan akademik siswa, tetapi juga kondisi pembelajaran yang mereka alami di lingkungan sekolah.
Penulis: Dhea
Efitor: Widya













