Bangka Selatan, kejarberita-news.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang kembali melaksanakan pelepasan pengiriman pupuk kompos ke Kabupaten Bangka Selatan pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini menjadi pengiriman ketiga yang dilakukan, sekaligus menunjukkan konsistensi dan keseriusan jajaran lapas dalam mengembangkan program pembinaan berbasis produktivitas dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Sebelumnya, pengiriman pupuk kompos telah dilakukan sebanyak dua kali dengan total distribusi mencapai 12,5 ton, terdiri dari 6 ton pada pengiriman pertama dan 6,5 ton pada pengiriman kedua. Peningkatan jumlah tersebut menjadi bukti bahwa produksi kompos yang dilakukan oleh Lapas Pangkalpinang terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan di lapangan.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Bangka Belitung, Ade Agustina, hadir memberikan dukungan sekaligus melakukan pelepasan secara langsung. Ia menegaskan bahwa program seperti ini tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus terus berjalan dengan memperhatikan proses dan keberlanjutan ke depannya.
“Yang diperlukan memang proses, kemudian bagaimana ke depannya, bagaimana keberlanjutannya tentang program ini. Yang terpenting jangan sampai berhenti, jangan sampai cita-cita Kalapas dan jajarannya terhenti di tengah jalan,” ujarnya dalam sambutan.
Lebih lanjut, Ade Agustina juga menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang dalam menjaga kesinambungan program. Ia mendorong seluruh jajaran untuk memikirkan berbagai aspek pendukung seperti ketersediaan bahan baku, kesiapan sumber daya manusia, hingga strategi pengembangan program ke depan agar tetap berjalan secara konsisten.
Ia juga mengingatkan agar inovasi ini tidak berhenti hanya pada masa kepemimpinan saat ini. Menurutnya, program yang sudah dirintis dengan baik harus terus dijaga dan dilanjutkan oleh pimpinan berikutnya agar tidak runtuh begitu saja. Harapannya, program ini dapat menjadi contoh bagi lapas lain untuk turut mengembangkan inovasi serupa.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari adanya kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama dalam memperluas jangkauan distribusi serta menjaga keberlangsungan produksi kompos.
“Kalau tidak bekerja sama dan tidak ada campur tangan eksternal sangat disayangkan. Kami jajaran dan pihak UMKM kami support juga sehingga untuk pemasaran bisa menjangkau ke Kabupaten Bangka Selatan. Untuk saat ini masih di wilayah Kepulauan Bangka,” jelasnya.
Sugeng juga menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya mengembangkan program ini agar dapat menjangkau wilayah yang lebih luas. Ia menyebutkan bahwa ide untuk memperluas distribusi hingga ke Belitung telah disampaikan, dan apabila mendapat dukungan, pihaknya siap melakukan persiapan yang lebih matang.
“Kalau dari kami ini sebagai pertanggungjawaban dan laporan. Kalau ada supporting, kami akan lebih mempersiapkan. Karena dari rencana awal, Belitung itu hanya internal, namun jika memang ada dukungan, kenapa tidak disalurkan juga,” tambahnya.
Dengan terlaksananya pengiriman ketiga ini, Lapas Pangkalpinang kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan program yang tidak hanya berdampak bagi warga binaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Ke depan, diharapkan program ini terus berkembang dan menjadi contoh inovasi berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan. (Red)







