Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan rohani dan penguatan kepribadian bagi Warga Binaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Safari Dakwah yang disampaikan oleh Habib Ahmad Al Habsyi, Rabu (22/4).
Kegiatan bertema One Family One Quran dari komunitas Riau Indonesia Mengaji ini menyentuh hati petugas dan Warga Binaan di Masjid At-Taubah Lapas Pangkalpinang.

Kepala Lapas (Kalaps) Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dari proses Pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada perubahan perilaku.
“Pembinaan rohani menjadi salah satu fokus utama kami dalam membentuk pribadi Warga Binaan yang lebih baik, berakhlak, dan memiliki harapan untuk masa depan,” ungkap Sugeng.
Kalapas turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Habib Ahmad Al Habsyi beserta komunitas Riau Indonesia Mengaji atas kesediaannya hadir di Lapas Pangkalpinang.
“Kami berharap ilmu dan motivasi spiritual yang diberikan mampu menumbuhkan semangat perubahan bagi petugas dan Warga Binaan menjadi pribadi yang lebih baik,” tambah Kalapas.

Dalam tausiyahnya, Habib Ahmad Al Habsyi menyampaikan pesan-pesan dakwah yang penuh makna dan menyentuh hati. Ia mengingatkan pentingnya memperbanyak selawat sebagai amalan yang memiliki nilai pahala besar, sekaligus mengajak seluruh peserta untuk menjauhi sifat sombong dan tidak merasa paling benar sebagai makhluk ciptaan Allah.
“Perbanyaklah selawat, jauhi sifat sombong, dan jangan merasa paling benar,” pesan Habib Ahmad.
Selain itu, Habib Ahmad juga mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur dan menghargai setiap bentuk kebaikan, sekecil apa pun.
“Ucapkan terima kasih kepada siapa pun. Jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun, walaupun hanya sebuah senyuman,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa, namun rahmat Allah selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin memperbaiki diri. Masa lalu, menurutnya, hendaknya dijadikan pelajaran hidup, bukan alasan untuk patah semangat atau kembali terjerumus pada kesalahan yang sama.
“Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah, jadikan masa lalu sebagai motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran spiritual dan keimanan Warga Binaan sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan kembali berkontribusi positif di masyarakat. (kp)







