Pangkalpinang, kejarberitanews.com — Pemerintah Kota Pangkalpinang terus berupaya menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing di dunia kerja. Salah satunya dengan membuka peluang bagi generasi muda untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja melalui jalur pekerja migran Indonesia yang legal dan terampil. Upaya tersebut diwujudkan melalui program “Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia, Terampil Mendunia” yang digelar pada Kamis, 3/9/2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Pangkalpinang Prof. H. Saparudin, Ph.D., Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, S.E., M.M., serta Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Pangkalpinang Amrah Sakti, S.H., M.H.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pangkalpinang Prof. H. Saparudin, Ph.D. mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan berbagai ikhtiar untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Pangkalpinang. Salah satunya melalui program pelatihan yang memberikan bekal kompetensi kepada generasi muda agar lebih siap memasuki dunia kerja.
“Bagaimana kita harus mengatasi dan mengurangi pengangguran yang ada di Pangkalpinang. Melalui Dinas Ketenagakerjaan, dalam satu tahun kita selalu berupaya memberikan pelatihan-pelatihan khusus yang betul-betul memberikan bekal kompetensi anak-anak kita agar siap memasuki dunia kerja,” ujar Saparudin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang telah memfasilitasi anak-anak Pangkalpinang untuk mengikuti program pelatihan selama tiga bulan.
Para peserta mendapatkan pembekalan keterampilan, salah satunya sebagai barista, serta pelatihan bahasa Inggris dan penguatan mental sebelum nantinya berpeluang bekerja di luar negeri.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Ini bukan hal biasa. Barista itu bisa bekerja di hotel-hotel mewah dan gajinya bisa dua digit. Jadi, siapkan betul-betul, belajar dengan serius. Jangan baru satu minggu kemudian ingin pulang,” tegasnya.
Saparudin juga meminta para orang tua memberikan dukungan penuh kepada anak-anak yang mengikuti program tersebut. Menurutnya, kesempatan memperoleh pelatihan dan pengalaman kerja di luar negeri merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan.
“Kalau anaknya mau ke luar negeri jangan ditahan. Orang profesional, tiga tahun itu dianggap sebagai pengalaman kerja. Biasanya kontraknya dua tahun. Kalau sudah pulang dan punya pengalaman kerja di luar negeri, mereka bisa bekerja di mana saja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan hasil tindak lanjut dari ikhtiar pemerintah sebelumnya. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk memberikan fasilitas kepada anak-anak Pangkalpinang agar dapat mengikuti pelatihan sekaligus memiliki peluang bekerja di luar negeri.
“Alhamdulillah, ikhtiar beberapa bulan lalu ketika pekerja migran berjanji akan memberikan fasilitas untuk anak-anak Pangkalpinang agar bisa mengikuti pelatihan dan bekerja di luar negeri, hari ini bisa terwujud,” ungkap Saparudin.
Untuk tahap awal, sebanyak 20 calon pekerja migran mengikuti program pelatihan tersebut. Selama tiga bulan, para peserta mendapatkan fasilitas tempat tinggal dan mengikuti pembekalan secara intensif. Materi yang diberikan meliputi keterampilan barista, bahasa Inggris, pembentukan kepribadian, serta penguatan mental agar peserta mampu beradaptasi dan menghadapi tantangan ketika bekerja di luar negeri.
Saparudin menegaskan, para peserta nantinya akan bekerja melalui jalur pekerja migran Indonesia yang legal. Berbagai kebutuhan keberangkatan, termasuk pengurusan tiket dan fasilitas lainnya, telah disiapkan melalui program pemerintah.
“Semua sudah disiapkan, diawasi oleh pemerintah dan gratis. Jadi ini kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.
Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap program tersebut tidak berhenti pada 20 peserta saja. Ke depan, program serupa diharapkan dapat kembali dibuka sehingga semakin banyak generasi muda Pangkalpinang memperoleh keterampilan, pengalaman, serta peluang kerja yang lebih luas hingga ke mancanegara.
Program ini menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam menyiapkan tenaga kerja yang tidak hanya siap bersaing di dalam negeri, tetapi juga memiliki kompetensi untuk menembus pasar kerja internasional. (Lz)













