Si Jago Merah Mengamuk Di Lahan Lintas Timur, Masyarakat Dihimbau Tidak Bakar Sampah Sembarangan 

Berita, DAERAH5 Dilihat

Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Dalam musim kemarau seperti sekarang ini, perilaku sembarangan sebagian oknum warga yang membakar sampah tanpa mengindahkan aturan sering jadi penyebab utama kebakaran lahan. Walau jumlahnya secara sporadis masih tentatif, meski begitu tindakan sembrono yang berakibat fatal jadi taruhannya, Rabu 2 September 2026.

Rabu sore ini, redaksi baru saja menerima informasi terkait kebakaran lahan hebat yang terjadi di Jalan Lintas Timur Selindung Pangkalpinang.

https://maps.app.goo.gl/rxtJGSbdtwTSi2738

Dalam video yang diterima redaksi sore ini, nampak api tengah mengamuk serta melalap apapun benda kering yang ada di dalam jangkauannya.

“Betul bang, kurang lebih menurut perkiraan ada ratusan hektare lahan terbakar. Saat ini BPBD Pemkot Pangkalpinang, Damkar Pemkot Pangkalpinang, Damkar Provinsi Kep Babel serta pihak kepolisian sedang berupaya keras menjinakkan api,” sebut TP seorang petugas BPBD Pemkot Pangkalpinang pada media ini.

Sampai berita ini tayang, petugas gabungan masih berjibaku berupaya memadamkan api, kabut asap yang bisa seketika mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas wajib diwaspadai.

Perlu digarisbawahi, pembakaran sampah secara serampangan juga memiliki konsekuensi hukum. Larangan tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Dalam aturan tersebut, setiap orang dilarang melakukan penanganan sampah dengan cara pembakaran terbuka yang tidak memenuhi persyaratan teknis pengelolaan sampah.

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp 50 juta.

Tanah air kita saat ini sedang dikepung musim kemarau berkepanjangan. Bahkan di Pulau Kalimantan, hampir lima ribuan titik api (hot spot) sedang merajalela menghanguskan apa saja yang ada.

Penyebabnya beragam, mulai dari dugaan pembukaan lahan dengan cara tidak benar, rumput serta belukar kering yang rentang terbakar hingga mirisnya dari perilaku sembarangan oknum yang bertindak semaunya ditingkahi minim pengetahuan.

Pihak pemerintah telah berulangkali menghimbau pada semua pihak agar benar-benar memperhatikan kondisi di sekitarnya, mengingat siklus musim kemarau kali ini benar-benar tidak ramah bagi lingkungan apalagi pemukiman padat penduduk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *