Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Pupuk organik bokashi Lapas Kelas IIA Pangkalpinang menuju tahap selanjutnya dengan pengaplikasian pada pertanian nanas warga Kelurahan Tuatunu Indah, yang selanjutnya dilakukan pelatihan olahan atas hasil pertanian tersebut, pada Jumat (22/05/2026). Mereka menargetkan tiga kelompok peserta, mulai dari warga binaan sendiri, warga masyarakat, hingga petugas lapas.
Pelatihan yang dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Pangkalpinang ini merupakan upaya pembentukan kemandirian bagi warga binaan lapas dan warga masyarakat kelurahan binaan lapas.
Kepala Lapas, Sugeng Indrawan menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk pelaksanaan Asta Cita dalam ketahanan pangan, Lapas sebagai tempat pembinaan pemasyarakatan inovatif, kreatif, serta produktif.
“Kami namakan kegiatan ini sebagai pelatihan kemandirian untuk warga binaan dan warga masyarakat yang bertujuan menciptakan ketahanan pangan,” tuturnya.
“Kami hanya sharing knowledge, kami bukan ahlinya, tetapi kami menjadikan para ahli sebagai narasumber seperti adanya LPP. Kegiatan ini harapannya dapat menjadi bekal peserta untuk mengembangkan ide bisnis atau makanan kreatif lokal ke depannya,” sambungnya.

Lapas Kelas IIA Pangkalpinang menggelar pelatihan ini untuk mengelola produk turunan, meningkatkan nilai jual komoditas lokal, serta membekali warga binaan dan warga masyarakat dengan keterampilan wirausaha nyata untuk bekal mandiri secara ekonomi.
Lebih lanjut, tujuan dan manfaat pelatihan ini memuat pengembangan keahlian individu dalam membangun atau meningkatkan kreativitas bisnis lokal.
1. Memberikan keterampilan dasar berwirausaha atau bekerja di industri pengolahan hasil pertanian.
2. Memanfaatkan potensi lokal untuk mendukung ketahanan pangan.
3. Mendukung kegiatan ekonomi produktif.
Hadir dalam kegiatan ini Dinas Pertanian dan Pangan, Heri Haryono mengakui kreativitas bisnis lokal Lapas Kelas IIA Pangkalpinang membantu meningkatkan kemandirian orang banyak.
“Kami memberikan apresiasi kepada Lapas Kelas IIA Pangkalpinang telah menggelar kegiatan yang positif ini, yang membuka harapan baru serta meningkatkan rasa percaya diri peserta,” ucapnya.
Pengelolaan turunan ini dinilai efektif sebagai solusi pascapanen, seperti dapat memperpanjang masa simpan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi daripada menjualnya dalam produk mentah hasil tani.

Dalam pelatihan ini, Lapas Kelas IIA Pangkalpinang memfasilitasi peserta dengan teori lewat buku panduan yang dibagikan, serta praktik langsung dari teori tersebut.
Lapas Kelas IIA Pangkalpinang berharap pelatihan tersebut dapat membekali keterampilan dasar peserta dan teknis pengolahan nanas, yang kemudian dapat membangun mental wirausaha yang percaya diri serta produktif.
Melalui tahapan ini, efek jangka panjang yang dicanangkan ialah kesempatan membuka peluang usaha independen juga kesejahteraan hidup.
Penulis: Marina













