Puding Besar, kejarberitanews.com – Merespons adanya santri yang terjangkit Demam Berdarah, Babinsa Koramil 0413-03/Merawang, Serda Pedi, bergerak cepat bersinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan dan pihak Puskesmas melaksanakan peninjauan langsung ke Pondok Pesantren MTHQ Desa Puding Besar, Rabu (08/07/2026).
Kunjungan ini difokuskan pada pemberian arahan dan edukasi mengenai gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk secara mandiri dan menyeluruh di lingkungan pondok pesantren guna memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti
“Kesehatan para santri adalah prioritas. Melalui edukasi PSN ini, kita gerakkan kembali budaya 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang) di lingkungan asrama, ruang kelas, hingga tempat ibadah agar lingkungan pesantren kembali steril dan sehat,” tegas Babinsa Desa Puding Besar, Serda Pedi.
Kegiatan Komunikasi Sosial sekaligus mitigasi kesehatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kecamatan, di antaranya Camat Puding Besar, Bapak Afrizal, S.H., Sekcam Puding Besar, Bapak As’ad, Kapolsek Puding Besar, AKP D.E. Pangabean, Kepala Puskesmas Puding Besar yang diwakili oleh Ibu Suliastri beserta jajaran tenaga kesehatan, Babinsa Desa Puding Besar, Serda Pedi, Serta para Ustadz dan Ustadzah pengurus Pondok Pesantren MTHQ.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Puskesmas bersama unsur Forkopimcam memberikan panduan teknis kepada pengurus pesantren dan santri mengenai cara mendeteksi jentik nyamuk dan menjaga kebersihan penampungan air secara berkala.
Pihak pesantren pun menyambut baik langkah cepat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran TNI, Polri, dan Pemerintah Kecamatan.
Dengan adanya aksi tanggap darurat ini, diharapkan angka kasus DBD di wilayah Puding Besar, khususnya di lingkungan institusi pendidikan, dapat segera ditekan.
Pendim0413/Bangka







