Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang kembali memperluas program Kelurahan Binaan di Tuatunu Indah. Setelah sukses mengembangkan hortikultura di Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Ulum, kali ini Lapas Pangkalpinang mulai merambah pemanfaatan lahan tidak produktif seluas 6.000 m² milik Ponpes Nahdhotul Muhibbin, Selasa (1/9/2026).
Kepala Lapas (Kalapas) Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, mengatakan lahan tersebut akan dikembangkan sebagai area penanaman jagung dan hortikultura. Saat ini, proses penyiapan tengah dilakukan sebagai langkah awal menuju pemanfaatan lahan secara produktif dan berkelanjutan.
Ia menambahkan, peninjauan ini dilakukan bersama Lapas Narkotika Pangkalpinang, Kelurahan Tuatunu Indah, dan masyarakat setempat di lingkungan Ponpes Nahdhotul Muhibbin.
“Keberhasilan di Manbaul Ulum menjadi motivasi untuk memperluas program ini. Kami ingin lahan Nahdhotul Muhibbin produktif dan bermanfaat bagi ponpes, santri, santriwati, serta masyarakat sekitar, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan Asta Cita Presiden,” ujar Febie.

Program tersebut mendapat dukungan Kalapas Narkotika Pangkalpinang, Mufakhom. Ia menyatakan kesiapan Lapas Narkotika untuk bergabung dalam pengembangan Kelurahan Binaan, baik melalui pengelolaan lahan, pembinaan, penyediaan sarana maupun pendampingan pertanian.
“Kami siap mengambil bagian untuk menyukseskan program Kelurahan Binaan Lapas Pangkalpinang. Sinergi ini diharapkan membuat program semakin kuat dan manfaatnya semakin luas,” ungkap Mufakhom.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Nahdhotul Muhibbin, Ustaz Safe’i, menyambut baik rencana pemanfaatan lahan tersebut. Menurutnya, program ini dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus memberikan manfaat langsung bagi lingkungan pesantren.
“Kami menyambut baik program ini. Semoga lahan yang belum produktif dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar pertanian bagi santri. Kami siap mendukung dan berkolaborasi agar program ini berkelanjutan,” harap Ustaz Safe’i.

Senada, Lurah Tuatunu Indah Iwan Bernadi, menyampaikan dukungannya terhadap program yang melibatkan Lapas, pesantren, dan masyarakat tersebut. Ia berharap kolaborasi ini mampu mengubah lahan tidak produktif menjadi sumber pangan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sebelumnya, rombongan juga meninjau lokasi program Kelurahan Binaan Lapas Pangkalpinang lainnya, yakni lahan cetak sawah. Pada tahap uji coba seluas 1 hektare, kondisi lahan kini sekitar 90 persen siap tanam dan tinggal menunggu kesiapan pengairan sebelum penanaman padi.
Ke depan, program akan ditindaklanjuti melalui penyiapan lahan, sarana produksi, penanaman, dan pendampingan. Lapas Pangkalpinang berharap sinergi ini mampu memperkuat ketahanan pangan dan memberi manfaat berkelanjutan bagi pesantren, Warga Binaan, serta masyarakat. (Rilis)







