Pangkalpinang, kejarberita-news.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama BPJS Kesehatan terus memperkuat strategi rekrutmen dan reaktivasi peserta Universal Health Coverage (UHC) guna mencapai cakupan layanan kesehatan yang berkualitas, Senin (11/5/2026).
Upaya tersebut difokuskan pada perluasan kepesertaan aktif, reaktivasi peserta nonaktif, serta optimalisasi program Pesiar dan donasi melalui Forum Komunikasi lintas sektor.
Hal itu dibahas dalam Forum Komunikasi Implementasi Strategi Penguatan Rekrutmen dan Reaktivasi Peserta UHC Pangkalpinang yang digelar di Ruang SRC Gedung Tudung Saji, Kompleks Perkantoran Pemkot Pangkalpinang.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Pangkalpinang Prof Saparudin Masyarif, Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, Sekda Mie Go, sejumlah kepala OPD, BPJS Kesehatan, serta Bank Sumsel Babel.
Dalam pemaparannya, Plt Kadinkes dr Widya menyampaikan tingkat kepesertaan Jaminan Kesehatan Masyarakat (JKM) di Pangkalpinang telah mencapai 99,76 persen atau sekitar 246 ribu jiwa dari total 247 ribu penduduk.
Menurutnya, tingkat keaktifan peserta di Pangkalpinang juga berada di atas rata-rata nasional, yakni 82,36 persen dibandingkan angka nasional sebesar 80 persen. Tren keaktifan peserta tercatat meningkat sekitar 7 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Analisis biaya menunjukkan cost per member lebih tinggi dari premi per member di Pangkalpinang, menandakan perlunya optimalisasi,” imbuhnya.

Meski demikian, masih terdapat segmen dengan tingkat keaktifan rendah, seperti BBMYD yang berada di angka 57,99 persen. Sementara segmen B2PM menjadi yang tertinggi dengan tingkat keaktifan mencapai 97,55 persen.
Pemerintah daerah bersama BPJS Kesehatan juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan finansial program melalui optimalisasi pengumpulan iuran, risk pooling, serta efisiensi layanan kesehatan. Monitoring dan evaluasi rutin diharapkan terus dilakukan agar capaian program JKM di Pangkalpinang dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
Penulis: Marina







