Pangkalpinang, kejarberitanews.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang memanen 70 kilogram ikan lele dari kolam Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung upaya ketahanan pangan nasional.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Mufakhom, bersama jajaran pejabat struktural melaksanakan panen ikan lele yang dibudidayakan melalui program pembinaan kemandirian di lingkungan lapas.

Program budidaya ikan air tawar ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk pangan, tetapi juga memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
Mufakhom menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia bahkan berencana memberikan 2.000 bibit lele secara pribadi pada penebaran bibit berikutnya guna meningkatkan semangat warga binaan dalam mengembangkan kegiatan produktif.
“Jika nantinya dilakukan penebaran bibit kembali, saya akan memberikan 2.000 bibit lele secara pribadi. Harapannya, hal ini dapat menumbuhkan semangat produktif warga binaan sekaligus menjadi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan, sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita Presiden RI serta 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujar Mufakhom.
Sementara itu, salah seorang warga binaan berinisial FB mengungkapkan kebanggaannya karena dapat terlibat langsung dalam proses budidaya ikan lele. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang bermanfaat.
“Saya belajar banyak tentang cara memelihara dan merawat ikan, mulai dari bibit yang masih kecil hingga tumbuh besar seperti sekarang. Saya juga belajar menjaga sirkulasi air dengan benar serta meracik pakan sendiri,” ungkapnya.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program pembinaan tersebut dapat menjadi bekal ketika kembali berkumpul bersama keluarga dan masyarakat.
“Saya berharap ilmu ini bisa menjadi bekal setelah bebas nanti. Saya ingin memperbaiki diri, tidak kembali terjerumus dalam lingkaran narkoba, dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Melalui kegiatan pembinaan kemandirian ini, saya bisa memanfaatkan waktu untuk belajar banyak hal yang bermanfaat,” tambahnya.
Panen 70 kilogram ikan lele ini menjadi wujud kerja sama dalam menciptakan kegiatan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Selain memberikan manfaat bagi warga binaan, program ini juga memperkuat kontribusi pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang terus berupaya memperkuat peran pemasyarakatan sebagai wadah pembinaan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada pemberdayaan serta perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
Sumber: Humas Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang













