Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang mengundang sejumlah awak media pada Sabtu (16/5/2026) untuk melihat langsung kondisi dan aktivitas di dalam lapas sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik.
Langkah ini dilakukan untuk menjawab berbagai pemberitaan negatif yang selama ini beredar dan dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Kegiatan diawali dengan proses pemeriksaan ketat di pintu masuk, termasuk pendataan identitas dan penggunaan rompi khusus bagi pengunjung sebagai tanda pengenal.

Selanjutnya, media diberikan penjelasan mengenai alur kunjungan, sistem keamanan, serta aturan dan larangan yang berlaku di dalam lapas.
Di lapangan utama, sekitar 800 warga binaan pemasyarakatan (WBP) telah dikumpulkan untuk menerima arahan langsung dari Novriadi. Dalam arahannya, Novriadi menegaskan pentingnya seluruh warga binaan untuk mematuhi peraturan yang berlaku, tidak menyampaikan informasi yang tidak benar ke luar, serta bersama-sama menjaga marwah lapas sebagai “rumah” tempat mereka dibina.
Ia juga menyambut baik kehadiran awak media sebagai bentuk transparansi dan upaya memperlihatkan kondisi nyata di dalam lapas kepada publik.
Arahan tersebut turut diperkuat oleh Zulfikar selaku Kasikamtib bersama Ziko selaku KPLP yang menyoroti isu pemindahan warga binaan ke Nusakambangan.

Keduanya menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan isu yang menyesatkan yang berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu.
“Saya tegaskan, tidak ada pemindahan ke Nusakambangan seperti yang beredar. Informasi tersebut tidak benar dan diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan pemerasan kepada warga binaan,” tegas Zulfikar.
Awak media kemudian diajak berkeliling melihat berbagai fasilitas yang ada di dalam lapas, mulai dari ruang kunjungan berteralis, ruang konseling, hingga fasilitas pembinaan keterampilan seperti dapur pembuatan roti, barbershop, barista “Coffee Jail”, konveksi, serta pertanian hidroponik dan budidaya ikan.
Selain itu, pihak lapas juga menunjukkan berbagai program pembinaan yang berjalan, termasuk penyediaan fasilitas komunikasi resmi bagi warga binaan sebagai upaya mencegah penggunaan ponsel ilegal di dalam lapas.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Pangkalpinang berharap hubungan dengan media dapat terjalin lebih baik, sehingga informasi yang sampai ke masyarakat benar-benar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan tanpa adanya distorsi atau kesalahpahaman.
Penulis: Dhea













