Pangkalpinang, kejarberita-news.com — Isu mengenai keterbatasan stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia yang disebut hanya mampu bertahan dalam waktu singkat di tengah situasi konflik global memicu keresahan di masyarakat. Kondisi ini bahkan sempat menimbulkan kepanikan di sejumlah daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Setelah pertemuan dengan aliansi umat Islam Bangka Belitung terkait sejumlah isu global, muncul pula berbagai aduan dari masyarakat mengenai kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM. Kekhawatiran tersebut dipicu oleh beredarnya informasi bahwa cadangan BBM nasional hanya cukup untuk beberapa hari akibat dampak perang di Timur Tengah.
Di sejumlah wilayah, antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mulai terlihat. Dari wilayah Sungailiat hingga sepanjang Kota Pangkalpinang, masyarakat ramai mendatangi SPBU untuk mengisi bahan bakar karena khawatir akan terjadinya kelangkaan.
Sebagian masyarakat mengaku khawatir apabila kondisi ini terus berlanjut tanpa adanya penjelasan resmi dari pihak terkait. Mereka berharap pemerintah maupun pihak Pertamina dapat memberikan solusi preventif agar tidak terjadi kepanikan yang lebih luas di tengah masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga mengingatkan agar situasi ini tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan penimbunan BBM. Kekhawatiran tersebut muncul karena spekulasi pasar yang sering kali terjadi ketika isu keterbatasan pasokan beredar luas.
Menanggapi situasi tersebut, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, menyatakan akan segera melakukan audiensi dan memanggil pihak Pertamina untuk memastikan kondisi stok BBM di wilayah Bangka Belitung. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat mendapatkan kepastian informasi terkait ketersediaan bahan bakar.
Didit juga mengaku telah melakukan komunikasi langsung dengan General Manager (GM) Pertamina guna meminta penjelasan mengenai kondisi distribusi BBM ke Bangka Belitung. Menurutnya, koordinasi ini penting untuk memastikan tidak terjadi kepanikan yang berlebihan di masyarakat.

Selain itu, Didit Srigusjaya juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam dalam menghadapi keresahan masyarakat terkait isu BBM ini. Ia terus berupaya melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan ketersediaan bahan bakar di Bangka Belitung tetap terjaga.
“Kami terus berupaya berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan pihak terkait lainnya agar masyarakat mendapatkan kepastian informasi. Jangan sampai isu yang berkembang justru menimbulkan kepanikan di masyarakat,” ujarnya.
Dari hasil komunikasi tersebut, pihak Pertamina menyampaikan bahwa kondisi stok BBM untuk Bangka Belitung saat ini masih dalam kondisi aman untuk beberapa hari ke depan.
“Untuk saat ini kondisinya masih aman sekitar 4 sampai 5 hari. Memang benar ada isu terkait tangki bahan bakar yang sempat tertahan di Selat Hormuz, namun kami memiliki komitmen untuk terus mengupayakan agar pasokan BBM di Bangka Belitung tetap aman,” ujar GM Pertamina dalam penjelasan yang disampaikan kepada Ketua DPRD Babel.
Sementara itu, sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, juga menegaskan bahwa stok BBM nasional secara umum masih dalam kondisi aman dan tidak berada dalam situasi darurat. Ia menjelaskan bahwa angka 20 hingga 25 hari yang sering disebut dalam pemberitaan merupakan kapasitas daya tampung penyimpanan nasional, bukan indikasi krisis pasokan.
Pemerintah pusat sendiri saat ini tengah mempercepat pembangunan fasilitas penyimpanan energi guna memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan langkah tersebut, diharapkan cadangan energi Indonesia ke depan dapat bertahan hingga tiga bulan sesuai dengan standar ketahanan energi global.








