Bangka Belitung, kejarberitanews.com – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat paripurna penyampaian rekomendasi atas LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2025, Senin (27/4/2026), di Ruang Paripurna DPRD Babel. Sidang dipimpin Wakil Ketua DPRD Babel Eddy Iskandar dan dihadiri anggota dewan, Forkopimda, serta insan pers.
Dalam rapat tersebut, seluruh fraksi DPRD secara umum menyoroti masih tingginya SiLPA atau Sisa Lebih Perhitungan Anggaran dalam pelaksanaan APBD 2025. Kondisi itu dinilai menjadi tanda belum maksimalnya penyerapan anggaran di sejumlah perangkat daerah.

Selain persoalan SiLPA, fraksi-fraksi juga menilai masih ada program prioritas yang perlu ditingkatkan, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, UMKM, pariwisata, serta penciptaan lapangan kerja. DPRD meminta agar anggaran ke depan lebih tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan, “Keberhasilan pemerintah daerah bukan diukur dari besarnya dana yang tersimpan sebagai SiLPA, melainkan seberapa besar manfaat anggaran itu dirasakan masyarakat.” Fraksi tersebut meminta pemerintah lebih fokus pada program yang menyentuh kebutuhan publik.
Fraksi-fraksi juga mendorong pemerintah provinsi agar memperkuat perencanaan pembangunan, meningkatkan sinkronisasi data dengan kabupaten/kota, serta mempercepat pelaksanaan program strategis. Pengawasan internal juga diminta diperkuat guna mencegah pemborosan dan penyalahgunaan anggaran.
Selain itu, DPRD menekankan pentingnya perhatian terhadap kerusakan lingkungan, peningkatan pelayanan publik, serta optimalisasi pendapatan asli daerah.
Program bantuan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat juga diminta menjadi prioritas pemerintah daerah.

Secara umum, DPRD berharap rekomendasi yang disampaikan dalam rapat paripurna tersebut dapat menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah provinsi dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan pada tahun berikutnya.
Menanggapi hal itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan apresiasi atas seluruh saran, kritik, dan masukan dari DPRD. Menurutnya, rekomendasi dewan menjadi bagian penting untuk memperbaiki kinerja pemerintah daerah ke depan.
Gubernur juga menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik demi kemajuan Bangka Belitung.
“Kalau memang ada salah dan masih ada persoalan, silakan tegur saya selaku gubernur. Semua masukan akan kami jadikan bahan perbaikan agar pemerintahan berjalan lebih baik,” ujarnya.
Rapat paripurna kemudian ditutup dengan harapan adanya sinergi yang lebih kuat antara eksekutif dan legislatif, sehingga pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Penulis: Dhea







