Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) di bawah kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani mengambil langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat dengan merencanakan pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke di kawasan strategis Ibukota Provinsi.
Untuk mempercepat realisasi pembangunan tersebut, Pemerintah Provinsi berencana memanfaatkan skema pinjaman daerah sebesar Rp293 miliar kepada Bank Sumsel Babel, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Langkah ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menangani penyakit jantung dan stroke yang hingga kini masih menjadi penyebab utama kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Babel.
Pembangunan rumah sakit tersebut bukan sekadar menghadirkan fasilitas kesehatan baru, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa masyarakat melalui pelayanan yang lebih cepat, lebih dekat, dan lebih lengkap.
Selama ini, pelayanan rujukan jantung dan stroke bertumpu pada RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang aksesnya memakan waktu. Kondisi geografis tersebut berdampak pada waktu tempuh pasien gawat darurat, terutama bagi penderita serangan jantung maupun stroke yang membutuhkan penanganan dalam hitungan menit.
Dalam dunia kedokteran dikenal istilah golden period (waktu emas), yaitu tenggat waktu yang sangat menentukan keberhasilan penyelamatan pasien. Pada kasus serangan jantung maupun stroke, keterlambatan beberapa menit saja dapat meningkatkan risiko kematian maupun kecacatan permanen akibat kerusakan otak dan otot jantung.
Selain persoalan aksesibilitas, kondisi tata letak (layout) bangunan RSUD Soekarno juga sudah tidak memungkinkan untuk pengembangan layanan kardiovaskular secara optimal. Keterbatasan ruang menghambat pembangunan fasilitas seperti Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU) maupun perluasan Intensive Care Unit (ICU), padahal kebutuhan ruang perawatan intensif terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pasien.
Keputusan Pemerintah Provinsi untuk membangun Rumah Sakit Jantung dan Stroke didasarkan pada analisis data pelayanan kesehatan yang menunjukkan tingginya angka kasus penyakit jantung dan stroke di Bangka Belitung.
Data pelayanan rumah sakit periode 2022–2024 menunjukkan jumlah pasien penyakit jantung koroner mencapai:
Tahun 2022: 3.397 pasien, dengan 91 kematian.
Tahun 2023: meningkat menjadi 6.337 pasien, dengan 371 kematian.
Tahun 2024: tercatat 4.580 pasien, dengan 157 kematian.
Sementara itu, kasus stroke juga menunjukkan tren yang mengkhawatirkan:
Tahun 2022: 880 pasien, dengan 109 kematian.
Tahun 2023: meningkat menjadi 1.953 pasien, dengan 283 kematian.
Tahun 2024: 1.564 pasien, dengan 141 kematian.
Hingga tahun 2025, beban pelayanan masih sangat tinggi. Tercatat terdapat sekitar 2.811 pasien penyakit jantung dengan 234 pasien meninggal dunia, serta 1.769 pasien stroke dengan 264 pasien meninggal dunia.
Analisis data tersebut memperlihatkan bahwa penyakit jantung dan stroke masih menjadi tantangan serius bagi pelayanan kesehatan di Prov. Babel. Mayoritas pasien berada pada usia produktif hingga lanjut usia, sehingga keberadaan rumah sakit khusus menjadi kebutuhan yang mendesak untuk mempercepat penanganan sekaligus menurunkan angka kematian dan kecacatan.
Gubernur Babel, Hidayat Arsani, menegaskan bahwa pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.
“Masyarakat harus mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. Kita tidak ingin ada warga Bangka Belitung yang kehilangan kesempatan hidup hanya karena akses menuju rumah sakit terlalu jauh atau fasilitas pelayanan kritis belum memadai. Rumah Sakit Jantung dan Stroke ini adalah investasi untuk menyelamatkan nyawa masyarakat,” ungkap Gubernur.
Menurut Gubernur, kesehatan merupakan pelayanan dasar yang harus menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Kalau kita berbicara tentang kesehatan, yang kita selamatkan bukan hanya pasien hari ini, melainkan juga masa depan keluarga mereka. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan tercepat,” jelas Gubernur.
Rencana pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke telah ditetapkan sebagai salah satu dari 21 Program Prioritas Pemprov Babel yang tertuang dalam RPJMD Prov. Babel Tahun 2025–2029.
Program tersebut telah melalui proses perencanaan yang matang, termasuk penyusunan studi kelayakan (feasibility study) yang menyimpulkan bahwa Bangka Belitung layak dan membutuhkan rumah sakit khusus jantung dan stroke untuk menjawab tingginya beban penyakit tidak menular di daerah tersebut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Prov. Babel, Joko Triadhi, menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit ini merupakan implementasi dari dokumen pembangunan daerah yang telah disusun secara terukur.
“Pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke merupakan salah satu program strategis dalam 21 layanan prioritas Pemprov Babel yang telah tertuang dalam RPJMD Tahun 2025–2029.
Program ini bukan keputusan yang bersifat spontan, melainkan telah melalui proses perencanaan, pengkajian, dan studi kelayakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Bangka Belitung memang membutuhkan rumah sakit khusus ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
Terkait pembiayaan, Joko menjelaskan bahwa penggunaan skema pinjaman daerah merupakan mekanisme yang sah menurut peraturan perundang-undangan dan menjadi salah satu alternatif pembiayaan pembangunan daerah.
“Pinjaman daerah diperbolehkan sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku, terutama kemampuan keuangan daerah untuk mengembalikan pinjaman. Karena itu, lembaga perbankan juga tidak akan memberikan pinjaman tanpa melakukan kajian secara menyeluruh. Bank akan menilai kemampuan fiskal pemerintah daerah, kapasitas pembayaran, serta kelayakan proyek yang akan dibiayai. Jadi, seluruh proses dilakukan secara profesional, akuntabel, dan berdasarkan prinsip kehati-hatian,” tambahnya.
Menurutnya, skema pinjaman daerah justru menjadi solusi untuk mempercepat penyediaan infrastruktur pelayanan publik yang sangat dibutuhkan masyarakat tanpa harus menunggu kemampuan pendanaan APBD secara bertahap selama bertahun-tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Prov Babel, Ria Agustine, menyampaikan bahwa pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke merupakan kebutuhan yang didasarkan pada analisis epidemiologi penyakit tidak menular di Bangka Belitung.
“Data pelayanan rumah sakit menunjukkan bahwa penyakit jantung dan stroke secara konsisten menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian di Prov Babel. Penanganan kedua penyakit ini sangat bergantung pada kecepatan akses layanan. Semakin cepat pasien mendapatkan tindakan medis, semakin besar peluang hidup dan semakin kecil risiko kecacatan permanen,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa rumah sakit yang berada di pusat Kota Pangkalpinang akan mempercepat sistem rujukan dari puskesmas maupun rumah sakit di tingkat kabupaten/kota.
“Rumah sakit ini diharapkan menjadi pusat layanan jantung dan stroke yang modern dengan dukungan fasilitas Cathlab, ICU, ICVCU, Stroke Center, serta tenaga kesehatan yang kompeten. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh atau dirujuk ke luar daerah untuk memperoleh pelayanan yang optimal,” pungkasnya.
Pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke menjadi salah satu investasi terbesar Pemprov Babel di bidang kesehatan. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, rumah sakit ini diharapkan menjadi pusat layanan kardiovaskular modern yang mampu mempercepat penanganan pasien, menurunkan angka kematian, mengurangi kecacatan akibat stroke, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan dukungan perencanaan yang matang, kajian kelayakan yang telah menyatakan proyek ini layak dilaksanakan, serta skema pembiayaan yang sesuai ketentuan, Pemerintah Provinsi optimistis pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, lebih berkualitas, dan lebih merata bagi seluruh masyarakat Kepulauan Bangka Belitung.
Bagi Gubernur Hidayat Arsani, pembangunan ini bukan semata-mata mendirikan sebuah rumah sakit, melainkan membangun harapan baru agar setiap warga masyarakat Bangka Belitung memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pertolongan medis pada saat-saat paling menentukan dalam hidupnya.
Penulis : Afriza Farnevi
Editor: Rini
Foto: Biro Adpim Setda Babel
Sumber: Biro Adpim Setda Babel/Dinas Kesehatan Prov. Babel








