Wargabinaan Lapas Narkotika Pangkalpinang Menyambut 17 Agustus dengan Membuat Hasil Karya Menjahit

Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang menunjukkan produktivitasnya dengan memproduksi Rampel meja dan Kursi Futura serta bendera umbul-umbul melalui program pembinaan kemandirian di bidang keterampilan menjahit. Kamis (30/7)

Pembuatan Rampel meja dan Kursi Futura serta bendera umbul-umbul ini merupakan hasil dari pembinaan keterampilan menjahit yang secara konsisten diberikan kepada warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang sebagai bekal untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian.

Dengan memanfaatkan mesin jahit dan sarana yang tersedia di Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, warga binaan mampu menghasilkan Rampel meja dan Kursi Futura serta bendera umbul-umbul yang rapi, berkualitas, dan siap dipasarkan kepada masyarakat maupun instansi yang membutuhkan dekorasi peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 81.

Selain menjadi media pembelajaran, kegiatan ini juga memiliki nilai ekonomi. Hasil produksi umbul-umbul dipasarkan sebagai bagian dari produk hasil karya warga binaan, sehingga memberikan pengalaman berwirausaha sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, serta etos kerja yang positif.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Novriadi menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Melalui pelatihan menjahit, warga binaan tidak hanya menghasilkan produk yang memiliki nilai jual, tetapi juga memperoleh pengalaman kerja yang dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif.

Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan pemberdayaan warga binaan.

Diharapkan, setiap hasil karya yang dihasilkan tidak hanya menjadi produk bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi simbol perubahan, harapan, dan semangat untuk kembali berkontribusi secara positif bagi masyarakat, Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *