Pangkalpinang, kejarberitanews.com — Camat Gerunggang, Richard Syam, menghadiri kegiatan implementasi kompos yang diselenggarakan oleh Lapas Kelas IIA Pangkalpinang di Kebun Adat Melayu Tua Tunu Indah, Jumat (15/5/2026). Kehadiran camat menjadi bentuk dukungan terhadap program pembinaan warga binaan sekaligus upaya mendorong ketahanan pangan di wilayah Pangkalpinang.
Dalam kesempatan tersebut, Richard Syam mengapresiasi langkah Lapas Pangkalpinang yang dinilai mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif.
“Program ini sangat positif karena tidak hanya membina warga binaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Lahan yang dulunya tidak digunakan kini bisa menjadi kawasan produktif,” ujarnya.

Ia menilai, wilayah Tua Tunu Indah memiliki potensi besar di sektor perkebunan, khususnya untuk komoditas sawit dan nanas yang dapat terus dikembangkan ke depan.
Menurutnya, pengembangan tersebut perlu diiringi dengan inovasi agar hasil pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah.
“Ke depan kami berharap masyarakat bisa mengolah hasil nanas menjadi produk turunan sehingga nilai ekonominya meningkat dan berdampak pada kesejahteraan warga,” katanya.

Richard juga menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Pangkalpinang telah mendapatkan dukungan pengembangan sentra nanas dari Bank Sumsel Babel. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung program tersebut agar berjalan optimal dan berkelanjutan.
Sementara itu, kegiatan implementasi kompos yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas IIA Pangkalpinang menjadi bagian dari program pembinaan keterampilan warga binaan. Kompos yang digunakan merupakan hasil olahan warga binaan dengan memanfaatkan limbah, yang kemudian diaplikasikan pada lahan perkebunan di Tua Tunu Indah.
Program ini diharapkan dapat terus berlanjut melalui sinergi antara Lapas Pangkalpinang, pemerintah kecamatan, dan masyarakat, guna menciptakan lingkungan yang produktif serta mendukung ketahanan pangan di daerah.
Penulis: Dhea







