Lapas Pangkalpinang Uji Coba Pupuk Bokashi Warga Binaan di Lahan Kelurahan Binaan Tuatunu Indah

Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Lapas Kelas IIA Pangkalpinang mulai menguji coba pemanfaatan pupuk organik bokashi hasil pembinaan warga binaan, yang dilakukan di lahan perkebunan Yayasan Darussalam, Kelurahan Tuatunu Indah, Jumat (15/05/2026).

Kegiatan bertajuk ‘Implementasi Kompos Lapas Pangkalpinang Program Kelurahan Binaan” ini dihadiri langsung Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung Ade Agustina, Camat Gerunggang Richardsyam, Kapolsek Gerunggang, Danramil, Lurah Tuatunu Indah, serta tokoh masyarakat dan perwakilan media.

Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang Sugeng Indrawan dalam laporannya menyebut, produksi kompos bokashi oleh warga binaan sudah berjalan sejak September tahun lalu. Produknya bahkan sudah didemplotkan ke wilayah Bangka hingga Belitung.

“Insyaallah gak ada keluhan atau penyampaian negatif dari petani. Hari ini kita aplikasi untuk sawit dan nanas. Untuk sawit 1 batang TBM butuh 4 kilo, sudah kita packing,” ujar Sugeng di lokasi kegiatan.

Ia menambahkan, pembinaan warga binaan melalui produksi kompos ini bertujuan membangun citra positif agar mereka mudah diterima masyarakat setelah bebas. Program ini juga menjawab instruksi Presiden dan Menteri terkait ketahanan pangan.

Camat Gerunggang Richard Syam menyambut baik kerja sama Lapas dengan Kelurahan Tuatunu Indah. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki potensi ruang terbuka hijau yang bisa dimaksimalkan untuk pertanian dan perkebunan.

“Lahan yang sebelumnya tidak digunakan, sekarang bisa ditanam sawit. Ini dari masyarakat Tuatunu untuk masyarakat Tuatunu. Ke depannya, yayasan akan mengelola bersama tokoh adat dan LAM, hasilnya bisa dipakai untuk program pendidikan seperti sekolah gratis,” kata Richard Syam.

Ia juga menyebut rencana pengembangan sentra nanas di Tuatunu Indah dengan dukungan CSR Sumsel Babel. Nanas yang diproduksi tidak hanya dijual mentah, tapi akan diolah menjadi produk seperti minuman agar punya nilai tambah dan daya tahan lebih lama.

“Harapannya nanti ini bisa jadi salah satu tujuan wisata daerah. Untuk kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Tuatunu,” lanjutnya.

Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Babel Ade Agustina menegaskan program ini sejalan dengan program akselerasi Kementerian dan Asta Cita Presiden, khususnya swasembada pangan.

“Ini bukan hanya ketahanan pangan, tapi swasembada pangan. Jangkauannya bisa lebih luas ke daerah lain. Peran pak camat dan pak lurah penting untuk mendukung pengembangan,” ujar Ade.

Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan kemandirian warga binaan agar bisa diajukan pembebasan bersyarat. Misalnya selain pertanian, warga binaan harapannya bisa juga diarahkan ke program hilirisasi, salah satunya pengolahan nanas menjadi dodol.

“Pers juga bisa bantu sampaikan program kerja ini ke masyarakat. Biar warga binaan dapat pembinaan, ketertiban, dan bisa diterima kembali ke masyarakat,” katanya.

Kegiatan diakhiri dengan simbolis penebaran bokashi pada tanaman sawit oleh Kakanwil, Ka UPT, Forkopimcam, dan perwakilan kelompok tani, dilanjutkan sesi foto bersama dan ramah tamah.

Program Kelurahan Binaan ini merupakan hasil kerja sama Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dengan Kelurahan Tuatunu Indah di bidang pertanian dan perkebunan. (Marina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *