Wali Kota Pangkalpinang Ingatkan Masyarakat Bijak Kelola Keuangan di PKU Akbar PNM

Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Penjabat Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengingatkan masyarakat agar bijak dalam mengelola keuangan dan tidak terjebak perilaku konsumtif saat menghadiri kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang digelar Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Bangka Belitung bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jumat (23/5).

Dalam sambutannya, Saparudin mengatakan pemerintah hadir di tengah masyarakat melalui PNM sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha kecil yang ingin memulai maupun mengembangkan usaha.

“Bapak ibu harus berbahagia karena pemerintah hadir di tengah masyarakat melalui Permodalan Nasional Madani ini. Bapak ibu bisa pinjam mulai dari Rp2 juta, kalau usahanya bagus bisa meningkat menjadi Rp4 juta,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik. Menurutnya, penghasilan yang diperoleh sebaiknya dibagi menjadi tiga bagian, yakni untuk tabungan, pengembalian investasi atau pinjaman, serta kebutuhan operasional usaha.

“Berdasarkan ajaran Tionghoa, sepertiga harus ditabung, sepertiga untuk pengembalian investasi atau pinjaman, dan sepertiga lagi untuk operasional. Jadi aturlah keuangan, jangan semua digunakan untuk keinginan. Tidak boleh konsumtif,” katanya.

Selain itu, Saparudin turut mengingatkan masyarakat agar tidak terjerumus judi online maupun pinjaman online ilegal yang dapat merugikan kondisi keuangan keluarga. Ia meminta OJK terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan teknologi dan layanan keuangan digital.

“Saya juga pesan kepada OJK agar masyarakat terus diedukasi supaya tidak judi online atau meminjam online selain ke lembaga resmi seperti PNM, karena sebagian besar masyarakat kemungkinan belum memahami teknologi dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu, pihak PNM Cabang Bangka Belitung menyampaikan bahwa kegiatan PKU Akbar menjadi bagian dari upaya pemberdayaan nasabah melalui edukasi usaha dan pengelolaan keuangan.

PNM juga terus mendorong pelaku usaha di seluruh pelosok agar mampu berkembang melalui pemanfaatan teknologi digital yang semakin cepat dan efisien, baik bagi masyarakat yang ingin memulai usaha maupun mengembangkan usaha yang telah berjalan.

Dalam kegiatan tersebut, OJK memberikan edukasi terkait pengelolaan keuangan melalui fenomena lipstick effect, yakni kebiasaan membeli barang-barang kecil sebagai bentuk penghargaan diri hingga melupakan kebutuhan yang lebih penting.

OJK juga mengingatkan masyarakat agar memahami perbedaan pinjaman online legal dan ilegal sehingga lebih mawas diri dalam menggunakan layanan pinjaman berbasis digital.

Adapun kegiatan PKU Akbar ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemampuan usaha dan pengelolaan keuangan para nasabah PNM di wilayah Bangka Belitung. (Marina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *