Bangka, kejarberita-news.com — Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar kuliah umum bertajuk “Ekonomi Indonesia di Tengah Perkembangan Global” dengan menghadirkan Mirza Adityaswara, S.E., M.App.Fin., Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022–2026, sebagai narasumber, Rabu (03/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Betason Kampus, Gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UBB, tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UBB, Prof. Dr. Devi Valeriani, S.E., M.Si. Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika UBB. Turut hadir anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Lembaga instansi keuangan dan juga perbankan di wilayah Bangka Belitung.

Dalam sambutannya, Prof. Devi Valeriani menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UBB untuk menghadirkan ruang pembelajaran yang memperkaya wawasan mahasiswa terhadap isu-isu strategis yang berkembang di tingkat nasional maupun global. Ia berharap kuliah umum ini dapat menjadi wadah bagi peserta untuk memahami dinamika ekonomi global serta dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.
Dalam pemaparannya, Mirza Adityaswara menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi global saat ini diwarnai berbagai tantangan, mulai dari ketegangan geopolitik, perubahan pola perdagangan internasional, transformasi digital, hingga ketidakpastian pasar keuangan dunia. Kondisi tersebut menuntut setiap negara, termasuk Indonesia, untuk memiliki strategi yang tepat dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Mirza mencontohkan Jepang dan Tiongkok sebagai bukti nyata bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor utama dalam kemajuan suatu bangsa. Jepang yang mengalami kehancuran akibat Perang Dunia II mampu bangkit dan berkembang menjadi salah satu negara maju di dunia. Demikian pula Tiongkok yang dalam beberapa dekade terakhir berhasil melakukan transformasi ekonomi secara signifikan.
“Tahun 1970-an, China masih tergolong negara berkembang dengan tingkat kemajuan teknologi yang terbatas. Namun saat ini, China menjadi negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia. Di balik lompatan besar tersebut, kuncinya adalah kualitas sumber daya manusia,” ujar Mirza.

Menurutnya, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat untuk menghadapi berbagai tantangan global. Namun demikian, peningkatan kualitas SDM, penguatan sektor-sektor produktif, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing bangsa di tengah perubahan yang berlangsung cepat.
“Perubahan global akan terus terjadi. Oleh karena itu, generasi muda harus mempersiapkan diri dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi agar mampu mengambil peluang dari setiap perubahan yang ada,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan diharapkan tidak hanya memahami teori ekonomi, tetapi juga mampu melihat berbagai peluang yang muncul dari perkembangan global, termasuk di bidang teknologi, industri kreatif, ekonomi digital, dan kewirausahaan.
Kegiatan kuliah umum berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan terkait prospek ekonomi Indonesia, tantangan dunia kerja, investasi, serta pengembangan sektor ekonomi daerah menjadi topik yang dibahas dalam forum tersebut.
Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Universitas Bangka Belitung terus berkomitmen menghadirkan tokoh-tokoh nasional yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidangnya guna memperkaya wawasan mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai isu-isu ekonomi strategis sekaligus mendorong lahirnya generasi yang adaptif, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa. (Humas UBB)







