TPA Nyaris Penuh, DLH Pangkalpinang Genjot Pengolahan Sampah dari Hulu ke Hilir

Pangkalpinang, kejarberita-news.com – Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Parit Enam Kota Pangkalpinang kian mengkhawatirkan. Dengan luas lahan hanya sekitar 4,9 hektare, area tersebut dilaporkan hampir sepenuhnya tertutup tumpukan sampah.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang mencatat, volume sampah yang masuk ke TPA setiap harinya mencapai angka signifikan. Sub Koordinator Penyuluh Lingkungan Hidup DLH Pangkalpinang, Yusli, mengungkapkan bahwa jumlah sampah terus meningkat, terutama pada momen tertentu.

“Kalau sampah di Pangkalpinang itu kita estimasi menggunakan perhitungan kubikasi diperkirakan 120 hingga 130 ton perhari, sedangkan puasa dan lebaran itu bisa mencapai 150 ton perhari,” ujar Yusli.

Dalam pengelolaannya, DLH sebenarnya menargetkan penggunaan metode control landfill. Namun kondisi di lapangan membuat sistem tersebut belum berjalan optimal.

“Kami berupaya menggunakan control landfill, cuma memang keadaan di lapangan kita memang terkesan masih open dumping, cuma memang dinas lingkungan hidup itu berupaya agar menggunakan control landfill, berarti ada treatment lebih yang tidak sekedar mendorong sampah ke belakang karena harus melakukan penutupan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Pangkalpinang, Bartholomeus Suharto, menegaskan pentingnya pengelolaan sampah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Untuk yang di sumber sampah baik itu di rumah tangga, perusahaan hingga industri diharapkan semua masyarakat maupun pelaku usaha mulai melaksanakan pemilahan sampah organik dan anorganik, untuk sampah organik diharapkan masyarakat dapat mengolah secara mandiri agar dapat dijadikan kompos dan digunakan untuk kepentingan pribadi, sedangkan sampah anorganik diharapkan masyarakat dapat membentuk bank sampah untuk mengolah sampah tersebut lebih bernilai,” katanya.

Ia menambahkan, dengan langkah tersebut dapat menjadi solusi untuk mengurangi beban TPA dan memperpanjang usia pakainya.

Penulis: Eji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *