Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Sebagai wujud komitmen dalam mewujudkan layanan kesehatan yang optimal serta menindaklanjuti program pencegahan penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan, jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang menggelar kegiatan Pelatihan Kader Kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), bertempat di Klinik Pratama Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Sabtu (7/11).
Kegiatan ini dihadiri sekaligus diresmikan langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Mufakhom. Turut hadir dalam kegiatan ini, Kasi Binadik, Kasubsi Bimkemaswat, JFT Dokter Ahli Pertama, JFT Perawat Mahir, perwakilan petugas Kanwil Kepulauan Bangka Belitung, serta para peserta magang nasional dan warga binaan yang terpilih sebagai calon kader kesehatan.
Rangkaian acara diawali penyampaian laporan pelaksanaan kegiatan oleh Kasi Binadik, Hendra Purnama Cipta yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS.8.PK.08.03-089 tanggal 30 Oktober 2026 perihal Pemberitahuan terkait dukungan anggaran dalam rangka optimalisasi upaya pengendalian penyakit menular Tuberkulosis (TBC) dan HIV terhadap Tahanan, Anak, Narapidana, dan Anak Binaan.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Mufakhom, dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi, memberikan apresiasi serta penekanan pentingnya peran aktif warga binaan dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan blok hunian.
“Pelatihan kader kesehatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat garda terdepan penanganan kesehatan di dalam lapas. Dengan dibekali pengetahuan yang memadai, para kader kesehatan warga binaan diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan petugas medis dalam mendeteksi dini serta mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada sesama warga binaan,” tegas Mufakhom.
Usai sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian soal pre-test untuk mengukur pemahaman awal para peserta. Sesi inti kemudian diisi dengan pemaparan materi komprehensif oleh JFT Dokter Ahli Pertama, dr. Khoirunnisa Humairoh.
Dalam pemaparannya, dr. Khoirunnisa Humairoh menyampaikan berbagai informasi penting seputar kesehatan, meliputi pencegahan dan pengobatan Tuberkulosis (TBC) dan HIV, serta pemahaman mengenai HIV/AIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS), Hepatitis C, Hepatitis B, Diare, dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Peserta diberikan pemahaman mendalam terkait faktor risiko, gejala awal, cara penularan, langkah pencegahan, serta pentingnya penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya deteksi dini dan kewaspadaan agar warga binaan segera melapor kepada petugas medis apabila menemukan indikasi gangguan kesehatan. Para kader kesehatan juga diingatkan untuk menjalankan peran secara promotif dan preventif melalui edukasi kepada rekan sesama warga binaan, serta dilarang melakukan diagnosis atau tindakan pengobatan secara mandiri tanpa koordinasi dengan petugas medis.
Rangkaian kegiatan pelatihan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif serta pengerjaan soal post-test guna mengevaluasi tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusias dari para peserta.
Kedepannya, kehadiran kader kesehatan yang terlatih ini diharapkan dapat terus memperkuat sistem deteksi dini dan penanganan kesehatan di Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, sehingga tercipta lingkungan hunian yang sehat, aman, dan kondusif bagi seluruh warga binaan.
Sumber: Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang







