Terkait Framing Berita Akbar, Eno Angkat Bicara : Ayo Bongkar- bongkaran Bukan Cuma Satu Kolektor Di Bangka

Berita, DAERAH40 Dilihat

Bangka Belitung, kejarberitanews.com  — Dalam dunia jurnalistik, framing atau pembingkaian berita, merupakan susunan informasi atau kemasan informasi tentang suatu peristiwa dengan misi pembentukan opini atau menggiring persepsi publik terhadap sebuah peristiwa. Kategori benar atau salahnya urusan kesekian, Rabu 15 Juli 2026.

Framing berita merupakan perpanjangan dari teori agenda setting, yaitu pemilihan fakta dalam sebuah peristiwa yang dinilai penting disajikan dan dipikirkan pembaca (publik). Dan bukannya gratis, tapi biasanya diduga berbayar. Apalagi jika sudah melibatkan media sindikasi atau grup yang terdiri dari beberapa media. Saat naik berita secara simultan, dipastikan pembaca lambat laun akan terpengaruh, dan pada akhirnya akan menarik kesimpulan bahwa si A yang salah, si B yang benar. Penjahat jadi Jagoan, sebaliknya Tokoh baik jadi pesakitan.

Framing seperti inilah yang beberapa waktu lalu, apesnya disinyalir menimpa seorang pebisnis timah asal Kuday Sungailiat bernama Akbar. Selain di stempel dengan framing media, ajaibnya nama Akbar kerap dikaitkan dengan situasi terkini yang sedang terjadi di seantero Provinsi Bangka Belitung, bahkan peristiwa di lingkup nasional pun ikut juga disematkan pada nama Akbar.

“Mulai dari kasus korupsi aparat yang kemarin viral karena emas batangannya lebih berat daripada emas Monas. Ditambah soal kelangkaan bbm hingga sebabkan antrian mengular di beberapa SPBU muaranya ke Akbar juga, jadi siapakah Akbar ini, apakah beliau ini memegang kunci kotak Pandora, yang jadi penyebab segalanya, lantas kenapa beliau itu begitu massif dibidik oleh sebagian teman media?” kata Eno warga Pangkalbalam -kebetulan sedang main ke kantor media- ketika ditanyakan pendapatnya mengenai fenomena tak lazim yang terjadi.

Eno bilang, kalau diperhatikan perang headline di beberapa media online yang ada di Bangka Belitung, saat ini bisa dikatakan ada dua arus utama yang sedang berlangsung dan menurutnya lagi, mudah untuk dilihat kemana arah angin berhembus.

“Kan namanya kolektor di Bangka Belitung bukan cuma Akbar doangan bosku. Kalau mau fair, media rilis juga dong daftar nama kolektor swasta lewat CV mitra PT Timah yang pastinya ada dan berdasarkan UU Keterbukaan Informasi Publik wajib diberikan. Agar apa? Agar kita sebagai pembaca tidak ikut-ikutan jadi tidak suka, pada tokoh yang sedang di-framing oleh beberapa oknum media,” tambah pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh di pelabuhan.

Warga lainnya, Yudi Wahyu asal Tiangtara ikut berpendapat kritis menyoal maraknya pemberitaan yang disinyalir menguntungkan pihak-pihak tertentu. Kolektor swasta lain yang bisa jadi ikut terbantu atas masifnya pemberitaan ditengarai membidik pihak tertentu.

“Kalau diperhatikan teman media pernah mengungkap apa yang dilakukan para kolektor ini kan sebenarnya 11 12 dengan yang dilakukan oleh Akbar. Mereka sudah komunikasi juga dengan Tim Satgas. Punya CV atau usaha berbadan hukum juga. Tapi anehnya beritanya seperti menuju terus ke satu orang. Nah, ini ada apa?” cecar Yudi lagi.

*CV TGP Berusaha Jalin Hubungan Baik Dengan Media*

Sementara itu, media juga melakukan tugas jurnalistiknya dengan menghubungi pihak yang kerap disebut sebagai tangan kanan Akbar, alias Batak. Karena menurut informasi dari beberapa teman media yang pernah berkomunikasi dengan Batak, sosok inilah yang sering kontak dengan teman media.

“Prinsipnya kita berusaha memperhatikan teman media. Tapi tidak seluruhnya bisa kami rangkul kan? Ada juga yang memang tidak bisa berteman, malah sesudah kita fasilitasi justru mencari-cari kesalahan pada bisnis kami. Kalau benar memang ada datanya ya silahkan saja konfirmasi, jangan katanya atau asumsi semata yang dihamburkan ke dalam berita,” ungkap Batak.

Batak menilai, pihaknya sebenarnya berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh media, namun dalam kesempatan wawancara tersebut, Ia juga turut mengingatkan agar media selalu teguh berpedoman pada rambu-rambu UU Pers.

“Ini sekedar cerita saja ya bang, ada juga yang type recehan, pura-pura ke gudang kemudian diam-diam mengambil photo/video kemudian tanpa konfirmasi malah dikemas jadi berita. Ada juga yang main fitnah ke sesama media, pas tahu ada hubungan baik sesama media tapi saya duga karena iri hati dan sayangnya mengeluarkan jurus fitnah sehingga bisnis kami diseret ke dalam persoalan pribadi mereka ini,” kata Batak.

*Akbar : CV TGP Tampung Timah Wilayah Konsesi IUP*

Di sisi lain, Kuasa dari CV TGP, Akbar dikutip penababel, menjelaskan secara terperinci mengenai duduk perkara operasional dapur penggorengan tersebut. Menurutnya, proses pengeringan pasir timah merupakan bagian dari pemenuhan klausul kontrak atau syarat formil yang diwajibkan oleh PT Timah Tbk selaku pemilik izin usaha pertambangan (IUP).

“Dapur penggorengan yang kami kerjakan itu merupakan salah satu syarat wajib bagi perusahaan mitra PT Timah. Kami berkewajiban menyetorkan pasir timah dalam kondisi kering. Dari dasar hukum itulah para pemilik CV melakukan proses pengeringan tersebut,” ujar Akbar di hadapan awak media.

Akbar juga menambahkan bahwa bahan baku pasir timah tersebut diperoleh secara legal dari konsesi wilayah IUP PT Timah yang mereka kelola di seputaran Pulau Bangka.

Pihak perusahaan sangat menyayangkan adanya narasi atau penggiringan opini publik yang menyudutkan, seolah-olah komoditas timah hasil pengolahan tersebut akan diperjualbelikan secara bebas ke pasar gelap (ilegal).

*Bisnis CV TGP Dimonitor Satgas*

Bahkan, media ini saat melakukan silaturahmi dengan Batak, melihat dengan mata kepala sendiri jalannya pengawasan yang dilakukan oleh dua orang petugas -infonya dari Satgas- sedang bekerja dengan awak dapur penggorengan legal milik Akbar.

“Oh itu mereka berdua dari tim Satgas bang, rutin kesini mencatat untuk dijadikan laporan pada pimpinan. Jadi, tidak benar sinyalemen teman media lain yang menyebutkan CV kami bermain ilegal. Abang lihat sendiri pengawasan ketat dan berjenjang,” tutup Batak. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *