Pangkalpinang, kejarberita-news.com – DPRD menyelenggarakan audiensi bersama sopir truk tronton dan trailer pada Senin (27/04/2026). Pertemuan ini membahas penggunaan BBM jenis solar bagi truk pengantar kontainer yang mengangkut bahan pangan dan sembako untuk kebutuhan masyarakat.
Dalam audiensi tersebut disampaikan bahwa mobil truk pengangkut logistik sembako diperbolehkan menggunakan BBM subsidi dengan syarat tertentu, termasuk kepemilikan barcode aktif.
Namun, para sopir mengeluhkan bahwa barcode tersebut memiliki kuota BBM yang terbatas. Mereka mengungkapkan bahwa kuota yang diberikan saat ini sebesar 60 liter dinilai tidak mencukupi untuk operasional.
“Pemakaian kami bisa lebih dari 60 liter, bahkan sampai 100 hingga 120 liter. Kami minta ada kebijakan terkait penambahan volume,” ujar salah seorang perwakilan sopir truk.

Menanggapi keluhan tersebut, pimpinan rapat DPRD, Didit Srigusjaya, mengarahkan pihak eksekutif pengelola sumber daya untuk memberikan toleransi. Ia menilai kurang etis apabila pembatasan hanya berhenti di angka 60 persen.
Ia juga menyebutkan bahwa pembatasan volume BBM subsidi akan berimbas pada naiknya harga sembako.
“Truk-truk ini membawa sembako ke berbagai daerah yang tidak cukup kalau 60 liter saja. Otomatis mereka terpaksa beralih ke BBM non-subsidi, yang akan menambah biaya operasional. Sehingga, harga sembako pun naik,” ucap Didit Srigusjaya.

Usulan penambahan kuota BBM melalui barcode juga disertai syarat administrasi yang harus dipenuhi. Para sopir truk diarahkan untuk memperpanjang masa berlaku barcode melalui seorang koordinator yang telah disepakati dalam audiensi.
“Jika bapak-bapak sudah menyelesaikan kebutuhan administrasi, salah satunya urusan perpajakan, barcode dapat selesai dalam satu kali dua puluh empat jam,” kata perwakilan pihak Pertamina.
Dari audiensi tersebut disepakati beberapa hal, diantaranya penggunaan BBM subsidi bagi truk pengangkut sembako dengan syarat tertentu, adanya mekanisme perpanjangan barcode, serta pertimbangan penambahan kuota BBM subsidi bagi penggunaan barcode.
Penulis: Marina
Editor: Widya







