Soal Pro Kontra Satlap Tricakti, Warga Babel Hardi Mardeni Beri Tanggapan

Berita, DAERAH10 Dilihat

Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Seperti sama-sama diketahui, operasi intensif dari satuan tugas gabungan Satlap Tricakti tercatat berjalan secara berkesinambungan sepanjang tahun 2025 hingga memasuki paruh kedua tahun 2026. Satlap Tri Cakti bergerak di bawah arahan instruksi Presiden untuk mengamankan komoditas sumber daya alam strategis nasional, Selasa 8 September 2026.

Hingga saat ini, rangkaian operasi presisi yang mereka lakukan –dengan berkolaborasi pada instansi diametral lainnya seperti TNI AL, Kepolisian Daerah Bangka Belitung, Kejati Babel dan Satgas PKH telah berhasil menggagalkan berbagai penyelundupan skala besar dengan total barang bukti mencapai ratusan ton pasir maupun balok timah ilegal guna menyelamatkan potensi kerugian pendapatan negara.

Kendati demikian, disinyalir masih ada segelintir pihak-pihak yang menstigma keberhasilan perbaikan tata kelola pertimahan tersebut sebagai “bagus di luar namun keropos di dalam”. Mengingat tidak banyak pihak yang memahami duduk persoalan dari Satgas Bentukan Presiden RI Prabowo Subianto tadi.

“Menurut pendapat saya, sepanjang yang saya ketahui Satlap Tricakti sudah bertugas dengan baik. Memang ada kesalahpahaman disana-sini namun begitu saya pikir itu memang membutuhkan waktu tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Salah satu buktinya yang paling kentara mungkin terkait harga beli pasir timah yang naik signifikan sejak beberapa aksi penyelundupan mineral strategis negara digagalkan oleh Satlap. Para penambang di lapangan dan masyarakat Babel, saya yakin jika diberi informasi yang benar terkait kinerja Satlap mereka justru akan berterima kasih,” beber Hardi Mardeni, seorang warga Babel yang berprofesi sebagai owner perusahaan media.

Dalam wawancara singkat yang dilakukan oleh awak media, Hardi menyoroti beberapa poin krusial yang beberapa waktu kemarin jadi keberatan pihak-pihak yang diduga belum mengerti duduk persoalan sebenarnya, terkait berapa dan dimana hasil pengamanan barang mineral strategis.

“Kalau boleh saya katakan, misalnya terkait rilis hasil operasi pengamanan Tim Satlap Tricakti di Gudang Besar Timah Cambai dan Sungailiat. Setahu saya bukan hanya (ormas) Almaster saja yang menghadiri acara press release tadi, tapi ada juga beberapa media yang diundang, ya termasuk media ini. Artinya apa? Saya mengartikan bahwa pihak Satlap Tricakti sesungguhnya sudah berupaya melakukan transparansi hasil Operasi Pengamanan Barang Mineral Strategis per medio Januari – Juni 2026. Jadi mohon keterbukaan pihak Satlap jangan diartikan macam-macam,” terang pemilik beberapa media online di Pangkalpinang tersebut.

Hardi bilang, dirinya tak habis pikir kenapa malah isu-isu tak penting yang akhirnya justru membikin kegaduhan didalam ruang interaksi publik. Tak jarang, beberapa unsur kepentingan pribadi malah dimasukan kedalam ruang transparansi yang sudah dibuka lebar oleh pihak Satlap Tricakti.

“Coba kita perhatikan, dari internal Tim Satlap Tricakti sendiri saya pribadi menilai sudah tegak lurus, dalam arti –pihak Asintel sendiri akan menindak tegas bahkan ke anggota mereka yang terbukti ada bermain mata dengan pihak-pihak yang sedang dilakukan penegakan hukum,” sebut Hardi.

*Hardi Soroti Agar Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi*

Ketika disinggung apa harapannya kedepan menyoal pro kontra yang sempat ramai terjadi, Hardi hanya berpesan agar masyarakat Bangka Belitung tidak mudah terprovokasi dengan info-info yang mengatasnamakan Satlap Tricakti. Sebab, kata Hardi, belum tentu oknum-oknum di lapangan yang mengatasnamakan Satlap Tricakti adalah benar anggota Satlap Tricakti.

“Maksud saya, seperti sudah jadi rahasia umum. Disaat ada penertiban seperti sekarang ini tentu banyak pihak yang ingin menarik keuntungan sesaat dengan mengaku-ngaku sebagai anggota, baik anggota polisi, anggota Satlap malah oknum wartawan juga sering ditemui mengaku-ngaku saja. Kepada masyarakat sebelum ada bukti sebenar-benarnya jangan mudah terprovokasi. Kecuali memang sudah dilakukan kroscek keanggotaannya” pungkasnya. (kang elha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *