Sinergi Lapas dan Dinas Kesehatan, Upaya Nyata Tingkatkan Layanan HIV/AIDS bagi Warga Binaan di Pangkalpinang

Pangkalpinang, kejarberita-news.com – Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang menerima kunjungan Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) HIV/AIDS dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (22/04) di Klinik Pratama Lapas dan menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan bagi warga binaan.

Kunjungan tersebut turut melibatkan pemegang program HIV/AIDS dari Puskesmas Selindung yang berperan aktif dalam memberikan pendampingan teknis. Kehadiran tim kesehatan ini menunjukkan adanya sinergi lintas sektor dalam memastikan pelayanan kesehatan yang optimal di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam kegiatan tersebut, fokus utama diarahkan pada upaya pencegahan, pengendalian, serta pemantauan kondisi kesehatan warga binaan, khususnya yang hidup dengan HIV. Hal ini menjadi penting mengingat layanan kesehatan yang berkelanjutan merupakan hak dasar setiap individu, termasuk mereka yang berada di dalam lapas.

Selain memberikan arahan teknis, tim juga menyampaikan motivasi dan penguatan semangat kepada warga binaan. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga kondisi psikologis agar tetap stabil, sehingga mendukung keberhasilan pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Tidak hanya itu, tim P2P juga memaparkan rencana pemeriksaan viral load yang akan dilakukan secara berkala. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan warga binaan secara lebih akurat dan terukur, sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Novriadi, menegaskan “kolaborasi dengan Dinas Kesehatan merupakan langkah strategis dalam menjamin pelayanan kesehatan yang layak”, Ia menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya menghadirkan layanan yang tidak hanya optimal, tetapi juga berorientasi pada nilai kemanusiaan.

Menurutnya, keberadaan program kesehatan yang terintegrasi sangat penting untuk menciptakan lingkungan lapas yang sehat. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan seluruh warga binaan dapat memperoleh akses layanan kesehatan tanpa diskriminasi.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kelompok rentan. Upaya yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada edukasi serta pencegahan agar penyebaran penyakit dapat ditekan secara maksimal.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, diharapkan layanan kesehatan di Lapas Narkotika Pangkalpinang semakin optimal, humanis, dan berkesinambungan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai ruang pemulihan yang menyeluruh bagi warga binaan.

Penulis: Dhea

Editor: Widya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *