Sanggar Cikar Sinar Gemala Tampilkan Tari Sepintu Sedulang di Babel Explore 2026

Berita, DAERAH15 Dilihat

Pangkalpinang, kejarberitanews.com — Sanggar Cikar Sinar Gemala turut ambil bagian dalam gelaran Babel Explor 2026 yang mengusung tema “Harmoni Serumpun Sebalai Menuju Babel Berdaya dan Berkelanjutan.” Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, Jumat 28 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Sanggar Cikar Sinar Gemala menampilkan Tari Sempitu Sedulang, sebuah karya tari yang mengangkat keberagaman seni dan budaya yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Koordinator Tari Sanggar Cikar Sinar Gemala, Riga Parhansyah, mengatakan pemilihan Tari Sempitu Sedulang tidak terlepas dari keinginan untuk merepresentasikan keberagaman budaya dari seluruh wilayah di Bangka Belitung.

“Kita mengambil dari keberagaman tujuh kabupaten/kota. Jadi ada elemen-elemen dari semuanya yang kemudian dijadikan satu karya,” kata Riga.

Menurutnya, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki enam kabupaten dan satu kota yang masing-masing mempunyai kekayaan serta karakter seni tari yang beragam. Keberagaman tersebut kemudian menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan karya yang dapat menyatukan berbagai unsur budaya daerah.

Melalui Tari Sempitu Sedulang, Sanggar Cikar Sinar Gemala ingin menunjukkan bahwa perbedaan karakter seni dari setiap daerah bukan menjadi pemisah, melainkan dapat dirangkai menjadi sebuah pertunjukan yang harmonis.

“Babel ini terdiri dari tujuh kabupaten/kota dengan beragam seni tari. Dari keberagaman itu kita mengambil elemen-elemen yang ada, lalu menyatukannya dalam satu karya,” jelasnya.

Penampilan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi sanggar dalam memperkenalkan dan melestarikan seni budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Kehadiran Sanggar Cikar Sinar Gemala di Babel Explor 2026 diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan serta memperkenalkan kekayaan budaya Bangka Belitung sebagai bagian dari identitas daerah.

Babel Explor 2026 menjadi ruang bagi pelaku seni dan budaya untuk menampilkan potensi daerah sekaligus memperkuat pesan tentang pentingnya menjaga keberagaman menuju Bangka Belitung yang berdaya dan berkelanjutan. (Fz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *