Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Potensi olahan nanas dari Kampung Tua Tunu kembali menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Produk minuman berbahan dasar nanas hasil kolaborasi masyarakat bersama Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dijadwalkan akan dikirim ke Jakarta pada Minggu (17/5/2026), sebagai langkah memperluas pemasaran produk UMKM lokal ke luar daerah.
Pengiriman produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan “Nanas Tua Tunu” sebagai salah satu identitas unggulan Kota Pangkalpinang yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing. Tidak hanya mengandalkan hasil panen segar, masyarakat kini mulai diarahkan untuk mengembangkan produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Program pengembangan ini juga melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pengurus RT hingga kelompok ibu-ibu PKK. Keterlibatan warga dinilai penting agar pengelolaan produk UMKM dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.


Dalam waktu dekat, sebanyak 15 peserta dijadwalkan mengikuti pelatihan pembuatan minuman olahan nanas. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk siap jual yang memiliki kualitas dan kemasan lebih baik.
Selain minuman nanas, warga Kampung Tua Tunu juga mulai mengembangkan berbagai produk lain seperti dodol nanas kombinasi kacang serta dodol wijen nanas. Kehadiran beragam inovasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ciri khas daerah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Iwan Bernadi mengatakan, pengembangan produk olahan menjadi langkah penting agar hasil pertanian masyarakat tidak hanya berhenti pada penjualan bahan mentah. Menurutnya, nilai tambah produk dapat menjadi peluang besar dalam meningkatkan pendapatan warga apabila dikelola secara konsisten dan memiliki pasar yang jelas.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya menanam nanas, tetapi juga memahami bagaimana hasil panen tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dan memiliki pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Melalui penguatan pelatihan, pendampingan, serta perluasan pasar, produk olahan Nanas Tua Tunu diharapkan mampu berkembang menjadi UMKM unggulan daerah yang tidak hanya dikenal di Bangka Belitung, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional.
Penulis: Dhea










