Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Sebagai tahapan lanjutan dari rangkaian pelatihan bersertifikat nasional yang sedang berlangsung, jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang mengoptimalkan pelaksanaan praktik lapangan melalui kegiatan perakitan kanal dan pemasangan conblock instalasi hidroponik, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan praktik ini merupakan bagian integral dari program Pelatihan Kemandirian Budidaya Sayuran Daun Sistem Hidroponik hasil kolaborasi sinergis antara Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung dan Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang.

Setelah sebelumnya dibekali pemahaman teori dan materi komprehensif terkait teknik dasar, kini para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) langsung terjun mengaplikasikan ilmu tersebut dalam penyiapan infrastruktur pertanian modern.
Dalam pelaksanaannya, para peserta pelatihan dibimbing secara langsung untuk melakukan proses perakitan kanal hidroponik sebagai jalur aliran nutrisi tanaman, serta penataan sarana conblock guna memastikan area instalasi tertata rapi, kokoh, dan siap beroperasi secara optimal.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Mufakhom, menegaskan bahwa tahapan praktik langsung ini dirancang untuk memastikan warga binaan menguasai seluruh aspek teknis secara menyeluruh, mulai dari penyiapan sarana hingga perawatan tanaman.
“Kami ingin memastikan bahwa program pembinaan kemandirian ini berjalan secara terukur dan aplikatif. Setelah diberikan pembekalan materi dasar, hari ini warga binaan langsung melangkah ke tahap praktik perakitan instalasi. Kami tidak ingin mereka hanya tahu teori, tetapi benar-benar terampil menyiapkan infrastruktur pertanian hidroponik dari hulu ke hilir,” ujar Mufakhom.

Lebih lanjut, Kalapas menyampaikan harapan khusus agar para peserta memanfaatkan setiap tahapan pelatihan lanjutan ini dengan penuh kesungguhan demi mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang lebih baik.
“Saya berharap saudara-saudara dapat mengikuti seluruh rangkaian praktik ini dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Serap setiap ilmu dan keterampilan teknis yang diberikan oleh instruktur dengan baik, sehingga kelak keahlian di bidang pertanian modern ini benar-benar menjadi bekal berharga untuk mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif saat kembali ke tengah masyarakat,” pesan Mufakhom.
Melalui keberhasilan pelaksanaan berbagai tahapan program kemandirian ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang terus menunjukkan komitmen nyata dalam bertransformasi menjadi institusi pemasyarakatan yang produktif dan edukatif.
Setiap proses pembinaan dirancang secara berkelanjutan guna menumbuhkan mentalitas wirausaha, kedisiplinan, serta kompetensi tersertifikasi bagi setiap warga binaan.
Sumber: Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang









