Polsek Gerunggang Bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hadirkan Program Ayo Sekolah, Bantu Anak Putus Sekolah Kembali Belajar

Berita, DAERAH, TNI/POLRI13 Dilihat

Pangkalpinang, kejarberita-news.com – Upaya pemerataan pendidikan di Kota Pangkalpinang hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan yang cukup kompleks dan berlapis. Meskipun program wajib belajar 12 tahun terus digalakkan oleh pemerintah, realitas di lapangan menunjukkan bahwa belum semua anak usia sekolah dapat menikmati layanan pendidikan secara merata, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas dan akses yang minim.

Permasalahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan faktor ekonomi semata, tetapi juga dipengaruhi oleh persoalan lain seperti kurangnya akurasi data penerima bantuan pendidikan. Dalam beberapa kasus, data yang tumpang tindih atau tidak tepat sasaran menyebabkan anak-anak yang benar-benar membutuhkan justru belum terjangkau oleh program yang telah disediakan pemerintah.

Di wilayah Kecamatan Gerunggang, kondisi ini masih menjadi potret nyata yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Sejumlah anak usia sekolah masih terlihat beraktivitas di luar lingkungan pendidikan, bahkan tidak sedikit yang menghabiskan waktu di sekitar rumah tanpa kegiatan belajar yang terarah maupun dukungan pendidikan yang memadai.

Melihat kondisi tersebut, Polsek Gerunggang mengambil langkah konkret dengan menggagas Program Ayo Sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda. Program ini tidak hanya menjadi inisiatif sosial, tetapi juga merupakan bentuk nyata kehadiran aparat kepolisian dalam membantu menyelesaikan persoalan yang ada di tengah masyarakat.

Kapolsek Gerunggang, Iptu Pol Ivan, mengungkapkan bahwa ide program ini lahir dari pengamatan langsung yang dilakukan jajarannya saat berinteraksi dengan masyarakat di lingkungan sekitar. Ia menilai fenomena anak putus sekolah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya intervensi yang nyata.

“Jadi saya sampaikan bahwa inisiatif kami ini bermula dari pengamatan di lingkungan sekitar, kok ya masih ada anak usia sekolah yang sliweran di pemukiman sekitar, ketika ditanya kenapa tidak sekolah mereka menjawab ya tidak ada biaya. Nah dari situlah kemudian kami gagas kegiatan ini,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi dorongan kuat bagi pihaknya untuk turut mengambil peran, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses pendidikan. Ia berharap program ini dapat menjadi solusi konkret yang mampu menjawab persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.

Langkah yang diambil Polsek Gerunggang tersebut kemudian mendapat sambutan positif dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang. Dukungan ini menjadi faktor penting dalam memastikan program dapat berjalan secara maksimal melalui sinergi lintas sektor yang terarah dan berkelanjutan.

Kabid TK, Pendidikan Non Formal dan Paket, Effendi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Ia menilai bahwa keterlibatan Polsek dalam dunia pendidikan merupakan langkah baru yang memberikan dampak positif bagi upaya peningkatan akses pendidikan di daerah.

“Jadi memang patut kita apresiasi inisiatif Pak Kapolsek Gerunggang beserta jajarannya. Dalam catatan dinas pendidikan, baru pertama kali di Pangkalpinang pihak kepolisian perduli akan dunia pendidikan, dan kali ini dipelopori oleh Polsek Gerunggang,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, program ini tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak-anak yang terdata sebagai penerima manfaat, tetapi juga disertai dengan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan secara optimal oleh orang tua untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Selain bantuan finansial, Polsek Gerunggang juga menyediakan fasilitas tambahan seperti perlengkapan alat tulis serta layanan antar jemput bagi anak-anak yang mengalami kendala akses menuju sekolah. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi hambatan teknis yang menghalangi anak untuk bersekolah.

Melalui sinergi antara Polsek Gerunggang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini, diharapkan seluruh anak usia sekolah di wilayah tersebut dapat kembali memperoleh hak pendidikan mereka. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal yang mampu menginspirasi pihak lain untuk turut berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan pendidikan di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *