Bangka, kejarberitanews.com — Memasuki hari ketiga Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026, Universitas Bangka Belitung (UBB) membekali mahasiswa baru dengan pemahaman mengenai pentingnya mencegah dan menanggulangi intoleransi, radikalisme, terorisme, serta paham yang bertentangan dengan ideologi negara.
Materi bertajuk “Pencegahan dan Penanggulangan Intoleransi, Radikalisme, Terorisme, dan Paham yang Bertentangan dengan Ideologi Negara dalam Perspektif P4GN” disampaikan oleh Brigjen Pol Eko Kristianto, S.I.K., M.Si., dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Bangka Belitung, pada Rabu (12/8/2026) di Gedung Balai Utama De Universitaria, Kampus Terpadu UBB, Balunijuk.
Dalam pemaparannya, Brigjen Pol Eko Kristianto menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman ras, suku, agama, dan budaya. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan sekaligus kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama.
Namun, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial, muncul berbagai tantangan dan ancaman yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa, di antaranya intoleransi, radikalisme, terorisme, serta paham-paham yang bertentangan dengan ideologi negara.

Perkembangan teknologi informasi dan media sosial memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperoleh dan menyebarkan informasi. Di sisi lain, kemudahan tersebut juga dapat menjadi ruang penyebaran informasi yang tidak benar, provokatif, maupun konten yang mengandung paham intoleran dan radikal.
Karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan memilah dan menyaring informasi, berpikir kritis, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai konten yang dapat memicu konflik dan perpecahan. Mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda memiliki posisi strategis dalam membangun daya tangkal sekaligus menjaga persatuan bangsa.
Brigjen Pol Eko Kristianto mengajak generasi muda UBB untuk membangun ketahanan diri sebagai langkah menghadapi berbagai pengaruh negatif. Ketahanan diri tersebut dapat dibangun melalui sikap disiplin, percaya diri, mampu mengendalikan emosi, serta membiasakan diri menjalani pola hidup yang positif.
Selain ketahanan diri, mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, terutama dalam menganalisis dan menyaring informasi yang diterima. Mahasiswa diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh hoaks maupun informasi yang dapat memicu perpecahan, serta berani mengatakan tidak terhadap berbagai hal negatif.
“Tolak narkoba, pahami bahaya kekerasan dan ajakan yang merusak. Berani berkata tidak terhadap hal-hal negatif,” ujar Eko.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun lingkungan pertemanan yang positif. Mahasiswa perlu berteman dengan orang-orang yang saling mendukung, mendorong satu sama lain untuk berkembang, serta bersama-sama melakukan kegiatan positif.
“Bertemanlah dengan orang-orang yang positif, saling mendukung, dan bersama-sama melakukan hal-hal yang positif,” katanya.

Lebih lanjut, Eko menekankan pentingnya pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila, menurutnya, harus menjadi dasar bagi generasi muda dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.
“Pancasila sebagai dasar berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Eko.
Dalam perspektif P4GN, perhatian terhadap generasi muda juga mencakup pencegahan terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan zat dan produk yang berpotensi membahayakan. Salah satunya adalah penggunaan rokok elektronik atau vape yang menjadi salah satu tantangan di kalangan pelajar dan generasi muda.
Sejumlah faktor dapat mendorong penggunaan vape di kalangan generasi muda, mulai dari harga yang relatif terjangkau, semakin banyaknya toko vape, kemudahan pemesanan secara daring, pengaruh teman sebaya, hingga persepsi keliru bahwa vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional.
Brigjen Pol Eko Kristianto juga menjelaskan potensi kandungan berbahaya dalam e-liquid. Berdasarkan sampel e-liquid yang diuji di Indonesia, disebutkan terdapat kandungan formaldehida ketika cairan dipanaskan. Selain itu, sebagian cairan isi ulang dilaporkan mengandung zat yang berpotensi bersifat toksik dan dapat berdampak terhadap sel tubuh.
Paparan cairan vape secara langsung juga perlu mendapat perhatian karena dapat mengandung bahan yang berpotensi membahayakan tubuh, termasuk terhadap sel-sel saraf yang memiliki peran penting dalam pembentukan dan perkembangan jaringan otak.
Hal tersebut menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa penggunaan vape bukan berarti tanpa risiko. Pemahaman yang benar mengenai kandungan dan potensi dampaknya diperlukan agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh anggapan bahwa rokok elektronik sepenuhnya aman.
Dalam konteks tersebut, peran BNNP menjadi bagian penting dalam mendukung agenda nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita, khususnya memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.
Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga melalui penguatan pencegahan, edukasi, dan peningkatan kesadaran masyarakat. Generasi muda menjadi salah satu kelompok penting yang perlu mendapatkan pembekalan karena memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa.
Melalui pembekalan kepada mahasiswa baru UBB, BNNP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut mendorong terbentuknya generasi muda yang memiliki daya tangkal terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, sekaligus mampu menjauhi berbagai paham dan pengaruh negatif yang dapat mengancam persatuan serta keutuhan bangsa.
Dalam kehidupan kampus, nilai toleransi, saling menghargai, dan menghormati perbedaan menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan harmonis. Mahasiswa didorong untuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun kolaborasi, bukan sebagai alasan untuk menciptakan perpecahan.
Pembekalan tersebut sejalan dengan tema PKKMB UBB Tahun 2026, “Bertumbuh dengan Ilmu, Berkarakter melalui Nilai, Berdampak bagi Bangsa.” Melalui tema tersebut, UBB tidak hanya mempersiapkan mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan kehidupan akademik, tetapi juga membentuk karakter, wawasan kebangsaan, dan kesadaran sosial agar mampu menghadapi berbagai tantangan di tengah perkembangan zaman.
PKKMB UBB Tahun 2026 diikuti oleh 2.849 mahasiswa dari total 2.905 calon mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Berbagai materi yang diberikan selama rangkaian PKKMB menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menjalani kehidupan perguruan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi muda yang unggul, berkarakter, tangguh, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. (Humas UBB)











