Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Dalam rangka memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Mufakhom, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, Kamis (23/10).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai namun bermakna sangat produktif tersebut membahas peluang kerja sama strategis di bidang pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi bagi wargabinaan.
Kalapas didampingi oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Mulya Nopriansyah. Turut membahas rencana kolaborasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung.

*Program Vokasi Bersertifikat Nasional*
Kalapas Narkotika Pangkalpinang, Mufakhom menjelaskan bahwa program vokasi di Lapas merupakan kegiatan pelatihan keterampilan dengan sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional.
“Program vokasi ini adalah bekal keahlian kerja agar Warga Binaan siap mandiri dan dapat kembali berbaur dengan masyarakat setelah bebas.
Kami tidak ingin keterampilan hanya berhenti pada pelatihan saja, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi bekal berwirausaha,” ujar Mufakhom.
Adapun program pelatihan yang akan segera dilaksanakan dijadwalkan mulai *28 Oktober sampai dengan 12 November 2026*. Dengan jumlah peserta sebanyak 16 (enak bekas) orang tang terpilih untuk mengikuti kegiatan ini.
Kepala Dinas Kota Pangkalpinang, Amrah sakti menyampaikan bahwa program ini meliputi rangkaian kegiatan untuk :
1. Peningkatan Kompetensi Warga Binaan
2. Penguatan Pojok Vokasi Lapas sebagai fasilitas pelatihan dengan modul resmi
3. Bekal Reintegrasi untuk menghubungkan Warga Binaan dan mantan narapidana dengan dunia kerja dan usaha mandiri melalui kelompok masyarakat.
Salah satu agenda yang tengah dijajaki adalah pelaksanaan *Training of Trainers (ToT)* bagi petugas dan Warga Binaan untuk meningkatkan kompetensi serta membuka peluang pengembangan keterampilan yang bernilai ekonomi, Jelas Amrah Sakti
“Sinergi dengan Disnaker Kota Pangkalpinang dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung ini sangat penting peranannya agar pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri dan memiliki standar kompetensi. Keterlibatan petugas juga menjadi kunci agar pembinaan melalui LPK yang telah ada di Lapas dapat terus berjalan dan berkelanjutan,” tambah Mufakhom.

*Dukungan Disnaker Kota Pangkalpinang*
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disnaker Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, menyambut baik dan menyatakan kesiapannya untuk bersinergi.
“Pelatihan dapat dilaksanakan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), baik dilakukan secara mandiri maupun bersama Disnaker Kota Pangkalpinang serta Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung. Yang terpenting, materi disesuaikan dengan kebutuhan peserta agar memberikan manfaat nyata,” jelas Amrah Sakti.
Ia juga menambahkan bahwa pengembangan keterampilan di Lapas akan difokuskan pada sektor-sektor yang mendukung ketahanan pangan dan pengembangan UMKM.
Melalui kerja sama ini, diharapkan pembinaan kemandirian di Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang menjadi lebih terarah, terukur, memiliki instruktur yang kompeten, dan menghasilkan lulusan Warga Binaan yang siap kerja dan siap berwirausaha.
*Humas Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang*













