Peringatan Hari Pahlawan Nasional Di Era Digital, Media Nasional Kejar Berita Paparkan Refleksi Untuk Generasi Sekarang

Berita, DAERAH219 Dilihat

Pangkalpinang, kejarberita-news.com – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional yang jatuh setiap tanggal 10 November, yang bukan hanya sekedar penamaan pada kalender semata, akan tetapi menjadi moment bersejarah yang telah terukir menjadi sejarah dalam sanubari seluruh rakyat Indonesia.

Meskipun di era digital ini masyarakat semakin terhubung secara global dan kemajuan teknologi berkembang pesat, upacara dan peringatan terkait Hari Pahlawan tetap menjadi bagian integral dari pembentukan karakter bangsa.

Walaupun teknologi telah mengubah banyak aspek kehidupan, nilai-nilai yang diperjuangkan oleh pahlawan kita tidak boleh terlupakan.

Peringatan ini menjadi titik temu antara masa lalu dan masa depan, di mana generasi muda dapat belajar dari perjuangan pahlawan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Menanggapi hal ini Media Kejar Berita juga tidak luput dari peringatan Hari besar tersebut, dalam agendanya Media Kejar Berita menuangkan aspirasinya dalam bentuk kreasi kegiatan seperti menyanyikan lagu kebangsaan berjudul Tanah Air yang diwakili tiga orang dan juga ikut menyuarakan aspirasi melalui tulisan berupa berita pada Senin,(10/11/2025).

Menurut penuturan nya, Dimas selaku Kepala Perwakilan Viral Peristiwa menyampaikan opininya dalam pemaknaan Hari Pahlawan Nasional.

“Pahlawan Nasional adalah sosok yang mengorbankan segalanya untuk bangsa tanpa pamrih. Mereka berjuang bukan atas nama, tapi untuk cita-cita kemerdekaan, Kini tugas kita generasi penerus adalah melanjutkan perjuangan itu dengan cara yang berbeda, melalui karya, tanggung jawab dan keberanian menyuarakan kebenaran di dunia Jurnalistik,” ucap Dimas.

Sedangkan menurut pendapat Nur Hafifah, dalam peringatan Hari Pahlawan ini dirinya lebih menspesifikasikan dengan tokoh pahlawan yang menjadi panutan dan patokan dalam pemikirannya yang relate untuk keadaan sekarang.

“Saya mungkin lebih spesifik yaa, ga universal. Di mana saya rasa pemikiran pahlawan dulu itu cocok deh untuk dibahas sebagai amanah ke generasi sekarang, contoh misal saya kan suka banget tuh, sama Tan Malaka, nah Refleksi tentang Tan Malaka mencakup pemikiran-pemikirannya yang kritis terhadap penjajahan dan semangat juangnya yang gigih untuk kemerdekaan 100%. Refleksi ini sering kali menyoroti relevansi pemikirannya dengan kondisi saat ini, seperti pentingnya pendidikan yang membebaskan, perjuangan melawan logika mistika, dan kritiknya terhadap negara yang tidak benar-benar merdeka dari ketidakadilan dan kebodohan,” ujarnya.

Hal tersebut adalah pemaknaan Hari Pahlawan Nasional versi Nurhafifah dan Dimas, berbeda lagi dengan Devi Andasari selaku Staff HRD. Sama hal dengan Dimas, Devi juga memaknai secara Universal.

“Menurut saya, Pahlawan nasional merupakan seseorang yang berjasa besar bagi bangsa dan negara Indonesia, baik dalam memperjuangkan kemerdekaan, mempertahankan kedaulatan, maupun mengisi kemerdekaan melalui karya, pemikiran, dan pengorbanan demi kepentingan rakyat,” ucapnya sembari tersenyum.

Berbeda orang, beda pula aspirasi dan cara memaknai suatu hal. Hal ini tidak akan menjadi masalah, sebab yang terpenting adalah jangan sampai melupakan pengorbanan dan jasa pahlawan untuk kehidupan tenteram dan nyaman kita sekarang, sebab darah dan air mata yang sudah mengering dari jasad pahlawan yang telah gugur, tidak pantas di balas dengan keputusasaan.

Hari Pahlawan bukan sekadar peringatan terhadap sejarah, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk membangun dan memperkuat identitas nasional.

Penulis: Nur Hafifah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *