Pengiriman Perdana Kompos Lapas Pangkalpinang, Sinergi dengan UMKM dan PLTU 3 Bangka

Pangkalpinang, kejarberita-news.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan kemandirian yang berdampak nyata melalui pemanfaatan sumber daya ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengiriman perdana kompos hasil produksi warga binaan yang bersinergi dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Green Soil Bangka Tengah serta PT PLN Nusantara Power Services Unit PLTU 3 Bangka, Rabu (18/2).

Kompos berbahan dasar Fly Ash Bottom Ash (FABA), khususnya bagian fly ash ini bermanfaat meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, menambah unsur hara, meningkatkan daya serap air, serta menetralisir keasaman tanah guna mendukung produktivitas pertanian.

Kepala Lapas (Kalapas) Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyampaikan bahwa program pelatihan ini sejak 2025 kini membuahkan hasil melalui pengiriman perdana 6 ton kompos pesanan kelompok tani Bangka Tengah, sebagai wujud kolaborasi Lapas Pangkalpinang dengan UMKM Green Soil binaan PLTU 3 Bangka.

“Kami berupaya mewujudkan pemanfaatan sumber daya yang ada di Lapas dengan dukungan berbagai pihak,” ujar Kalapas

Sugeng menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremonial, melainkan bukti pemberdayaan warga binaan melalui keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.

“Kami berharap dukungan semua pihak agar program pembinaan di lapas berkelanjutan, mendorong kemandirian, serta mencegah pengulangan tindak pidana bagi Warga Binaan,” tambahnya.

Sementara itu, Manager Unit PLTU 3 Bangka, I Gusti Ngurah Putra Astawa, menjelaskan bahwa FABA bukan limbah B3 dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Ia menuturkan bahwa fly ash memiliki kandungan unsur hara makro setara Nitrogen, Fosfor, Kalium (NPK) serta silika yang berfungsi membantu menetralisir kondisi tanah di Bangka.

“Kami mengapresiasi kolaborasi dengan Lapas Pangkalpinang yang dinilai memberi keterampilan bagi warga binaan sekaligus menghadirkan solusi lingkungan, serta berharap kerja sama ini terus berlanjut,” ucapnya

Plt. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Gunawan Sutrisnadi, memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Lapas Pangkalpinang. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan 15 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta menjadi bukti nyata bahwa pemasyarakatan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Pengiriman perdana 6 ton kompos karya warga binaan Lapas Pangkalpinang ini menjadi kebanggaan Pemasyarakatan Bangka Belitung dan diharapkan terus meningkat serta menginspirasi inovasi di Lapas lain,” Pungkas Gunawan.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua UMKM Green Soil Bangka Tengah, Junaidi, Camat Gerunggang, Richard Syam, Kapolsek Gerunggang yang diwakili Ps. Kanit Propam Aipda Hutari Akbar, serta pejabat struktural dan petugas Lapas Pangkalpinang, dengan dukungan penuh dari rekan-rekan media.

Lapas Pangkalpinang optimistis pembinaan produktif ini dapat berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung reintegrasi sosial warga binaan.

Ke depan, sinergi akan diperkuat melalui peningkatan kapasitas produksi, perluasan pemasaran, dan pengembangan pelatihan berkelanjutan. (kp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *