Pemkot Pangkalpinang Dukung Sosialisasi Pengendalian Banjir Sungai Rangkui, BWS Babel Siapkan Pekerjaan di Tiga Titik Prioritas

Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang menunjukkan dukungannya terhadap upaya pemerintah pusat dalam mengurangi risiko banjir di Kota Pangkalpinang melalui kehadiran perwakilan pemerintah daerah dalam kegiatan Sosialisasi Pembangunan Tanggul dan Normalisasi Alur Sungai Rangkui Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung, Senin (7/7/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, aparat penegak hukum, perangkat daerah terkait, tokoh masyarakat, ketua RT, serta tamu undangan lainnya. Sosialisasi ini menjadi sarana penyampaian rencana pelaksanaan program pengendalian banjir yang merupakan bagian dari proyek Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung.

Mewakili Kepala Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung, Ir. Agus Saputra, S.T., M.T. menjelaskan bahwa Kota Pangkalpinang memiliki potensi banjir yang cukup tinggi akibat tingginya curah hujan yang kerap bersamaan dengan pasang air laut atau banjir rob. Untuk itu, BWS Bangka Belitung telah menyusun masterplan penanganan banjir sejak tahun 2022 sebagai dasar pelaksanaan program secara bertahap.

Pada Tahun Anggaran 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk pelaksanaan pekerjaan di tiga lokasi prioritas, yakni perbaikan tanggul lama di kawasan hulu dan hilir Pintu Air, pergantian dan perbaikan pintu air di kawasan Pasar Trem sebagai pengendali saat hujan lebat maupun pasang air laut, serta peninggian tanggul dan perbaikan beberapa pintu klep di kawasan Kampung Opas yang selama ini kerap terdampak banjir rob.

“Pekerjaan ini memang belum serta-merta menghilangkan banjir di Kota Pangkalpinang. Namun setidaknya dapat mengurangi genangan yang mengganggu permukiman masyarakat dan mencegah kerusakan jalan. Penanganan banjir harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir sehingga pada tahun-tahun mendatang dapat dilaksanakan secara lebih menyeluruh,” ujar Agus.

Ia menambahkan, pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara kontraktual dengan pelaksana CV Vanesa Citra Nusantara dan pengawasan oleh PT Pilar Nawaseta. Sementara itu, Teguh Prastowo, S.T., M.T. selaku PPK Sungai dan Pantai menjelaskan bahwa pekerjaan juga mencakup perbaikan dan pemasangan empat pintu pengaman air sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Aco Rahmadi Jaya, mengatakan pihaknya melakukan pengawalan dan pengamanan proyek berdasarkan permohonan dari Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung.

“Kami hadir untuk melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap proyek ini agar pekerjaan di tiga titik dapat berjalan lancar tanpa ancaman, hambatan maupun gangguan, baik dari internal maupun eksternal. Kami juga mengajak masyarakat ikut berpartisipasi mengawasi pelaksanaan proyek ini sesuai peran masing-masing,” katanya.

Sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama masyarakat. Bajuri selaku Ketua RT di Kelurahan Pintu Air berharap kualitas pekerjaan menjadi perhatian utama, terutama penggunaan material seperti semen, pasir, dan batu agar menghasilkan bangunan tanggul yang kokoh dan tahan lama.

Sementara itu, Ketua RT Kelurahan Opas Indah, Syahrial, mempertanyakan cakupan pekerjaan sepanjang sekitar 400 meter, apakah seluruhnya berada di kawasan Opas atau berbatasan hingga wilayah Pasir Putih.

Menanggapi hal tersebut, pihak Balai Wilayah Sungai menjelaskan bahwa pembangunan akan menggunakan konstruksi beton dengan pengawasan dari tim teknis, Kejaksaan Tinggi, serta masyarakat. Adapun cakupan pekerjaan akan dilaksanakan sesuai desain teknis yang telah disusun sehingga titik penanganan mengikuti perencanaan yang telah ditetapkan.

Melalui sosialisasi ini diharapkan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dapat mendukung pelaksanaan proyek pengendalian banjir sehingga pekerjaan berjalan lancar dan mampu mengurangi dampak banjir di sejumlah kawasan rawan di Kota Pangkalpinang. (Widya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *