Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Sebagai wujud nyata implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan nasional, jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang melaksanakan kegiatan panen perdana sayuran daun jenis selada hasil budidaya sistem hidroponik di Area Branggang Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Senin (2/11/2026).
Kegiatan pemanenan perdana yang menghasilkan komoditas selada berkualitas tinggi sebanyak 30 kilogram ini dipimpin dan dibersamai secara langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Mufakhom, didampingi para pejabat struktural serta diikuti dengan penuh antusias oleh para warga binaan yang terlibat dalam program pembinaan kemandirian pertanian.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Mufakhom, menegaskan bahwa keterlibatan langsung pimpinan dan jajaran struktural dalam kegiatan produktif ini merupakan bentuk komitmen untuk terus memotivasi warga binaan agar serius menguasai keahlian agrobisnis modern.
“Kami ingin memastikan bahwa program pembinaan kemandirian di bidang pertanian ini berjalan secara konsisten dan memberikan hasil yang nyata. Melalui panen perdana selada hidroponik seberat 30 kilogram ini, kita melihat bukti bahwa pemanfaatan area branggang secara produktif mampu menghasilkan komoditas berkualitas tinggi yang memenuhi standar pasar,” ungkap Mufakhom.
Lebih lanjut, Kalapas menyampaikan harapan khusus yang ditujukan kepada para warga binaan agar memanfaatkan kesempatan pembinaan ini dengan sungguh-sungguh sebagai bekal reintegrasi sosial.

“Saya berharap saudara-saudara dapat terus tekun mengembangkan keterampilan ini. Jadikan keahlian bertani hidroponik modern ini sebagai bekal berharga agar kelak saat kembali ke tengah masyarakat, saudara-saudara sudah siap menjadi wirausahawan yang mandiri, produktif, dan bermanfaat,” pesan Mufakhom.
Hasil panen selada berkualitas tinggi tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan gizi tambahan warga binaan di dalam lapas serta dipasarkan ke pihak luar sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) fungsional institusi. Melalui keberhasilan panen perdana ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang terus menunjukkan komitmennya dalam bertransformasi menjadi institusi pemasyarakatan yang produktif, membekali warga binaan dengan keahlian bernilai ekonomi tinggi, serta memastikan proses pembinaan kepribadian dan kemandirian berjalan optimal.(***)










