Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Publik harus benar-benar menyikapi dengan serius, jika temuan informasi dari media terkait penyajian makanan yang sudah tidak layak di SDN 48 Pangkalpinang ini validasinya akurat. Pasalnya, hal-hal seperti inilah yang kerap dijadikan stigma negatif dari sebagian masyarakat yang telunjuknya tentu terarah pada Program Unggulan Presiden Prabowo, yaitu Makan Bergizi Gratis alias MBG, Rabu 19 Agustus 2026.
Kepala BGN Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar mengatakan dalam siaran pers bernomor SIPERS-285/BGN/08/2026, pemeriksaan makanan oleh guru menjadi bagian penting dalam memastikan keamanan pangan sebelum MBG dikonsumsi oleh peserta didik. Menurutnya, makanan yang menunjukkan kondisi tidak layak harus ditangani secara menyeluruh dan tidak boleh tetap dikonsumsi sebagian.
“Kalau ditemukan tidak layak, misalnya ada lauk, ada sayur, ada buah, ada nasi, misalnya yang bau hanya sayurnya, harus tidak dikonsumsi semuanya,” tegas Mas Dar dalam Webinar Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru dalam Mendukung Program MBG Minggu 12 Agustus 2026 lalu.
*Sudah Kali Kedua, Indikasi Lemahnya QC di Dapur SPPG Pangkalbalam Terjadi*
Sementara itu, kondisi paradoks yang terjadi di lapangan saat ini –khususnya di kotamadya Pangkalpinang, tepatnya di SDN 48 justru terjadi sebaliknya, serta berpotensi mendowngrade program andalan Kabinet Merah Putih.
“Kalau (SDN) 48 itu lama sampai datang itu jam 10 kurang 9 menit Ibu D*** mau, tapi dengan satu syarat maunya yang pagi tadi tapi ini di antar jam 10:09 itu pun tidak dikonfirmasi sama Kepala SPPG, pihak sekolah mau terima tapi jangan nasi yang semalam maunya yang pagi takutnya basi kalau yang semalam,” tulis sumber tertutup redaksi yang terpaksa identitasnya dirahasiakan demi keamanan dirinya.

Semrawutnya tata kelola yang jelas dipelototi oleh masyarakat Pangkalpinang ini, berulang terjadi diduga karena faktor lemahnya quality control yang seyogyanya jadi pakem baku dalam hal pengelolaan makanan, apalagi berkaitan dengan Program Prioritas Presiden.
“Ternyata lauk pauk yang di masak (dari) semalam bukan yang dimasak pagi tadi. Ramai di SDN 48 tadi pak sampai bawa orang pukesmas bagian cek MBG sekolah,” ungkap sumber lagi.
Sementara itu, pihak pengelola yayasan MBG disinyalir tidak cukup siap untuk menghadapi kekisruhan yang jadi sorotan publik Pangkalpinang tersebut. “T*S** saja sampai langsung pulang belum selesai tugas di dapur MBG pulangnya ke rumah saudaranya karena takut,” imbuhnya lagi.
*Kejari Pangkalpinang Wajib Jadikan Atensi*
Berikutnya, gejala berulangnya menu MBG yang diduga basi ini seharusnya jadi perhatian bagi institusi hukum seperti Kejari Pangkalpinang, mengingat jika tidak ada tindakan –seminimnya atensi berupa kunjungan sidak ke dapur SPPG, maka publik akan terus-menerus diberi berita yang sama tanpa ujung penyelesaian.
Sampai berita ini tayang, Kepala SPPG Yulianto dan Staff SPPG Pangkalbalam Tasya belum berkenan menjawab konfirmasi yang dikirimkan oleh media ini pada jam Rabu sore jam 17:29 wib. Untuk itu media membuka ruang Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait artikel ini apabila ada pihak-pihak yang merasa berkeberatan. (Red/*Tim/lh).








