Pangkalpinang, kejarberitanews.com — Penegakan hukum terhadap praktik ilegal di sektor pertimahan Bangka Belitung mendapat dukungan dari Media Nasional Kejarberitanews, Sabtu 12 September 2026.
Media yang selama ini cukup aktif menyoroti langkah law enforcement Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menjaga tata kelola pertimahan tersebut menegaskan, penegakan hukum seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat sinergitas, bukan justru membuka celah fragmentasi antarlembaga.
CEO Media Babel Grup, induk usaha Media Kejarberitanews, Hardi Mardeni, mengatakan pihaknya tidak berada di belakang kepentingan instansi tertentu.
“Kami tegaskan, Media Kejarberita tidak berpihak ke salah satu instansi. Justru selama ini kami menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis APH. Karena itu, kami sangat mendukung penegakan hukum yang sedang dilakukan, apalagi jika law enforcement ini menjadi momentum memperkuat sinergitas antar-APH,” ujar Hardi kepada awak media Sabtu sore ini.

Jangan Sampai Ada Fragmentasi
Hardi berharap berbagai sinyalemen mengenai adanya upaya memecah atau mempertentangkan institusi penegak hukum segera dihentikan.
Menurutnya, ada agenda yang jauh lebih besar dan krusial, yakni memastikan kekayaan sumber daya alam, khususnya timah, tetap memberikan manfaat bagi masyarakat Bangka Belitung.
“Kalau pengusaha atau wirausahawan yang bergerak di bisnis pertimahan menjalankan usahanya secara legal, tentu sah-sah saja. Bahkan kita berharap ekonomi masyarakat Babel justru semakin maju dan makmur ke depannya,” katanya.
Timah Babel dan Tantangan Penyelundupan
Dalam perbincangan Sabtu sore, Hardi juga menyinggung keberadaan Tim Satlap Tricakti yang menurutnya secara de facto lebih concern terhadap penegakan hukum di ranah penyelundupan.

Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, timah merupakan salah satu kekayaan sumber daya alam strategis yang dimiliki Bangka Belitung.
“Kenapa? Karena kita punya deposit SDA timah yang besar. Seingat saya, Bapak Presiden juga pernah menyampaikan bahwa masyarakat Babel harus ikut merasakan hasil dari sumber daya alamnya sehingga kehidupan masyarakat semakin makmur,” jelasnya.
Sinergi Polisi, Jaksa, dan Satgas
Hardi juga menyampaikan informasi yang diperolehnya dari sumber internal berpangkat perwira di lingkup Satlap Tricakti.
Menurut informasi tersebut, ke depan selain tetap fokus pada upaya mencegah penyelundupan timah, tim satgas juga disebut akan melakukan langkah penindakan hukum melalui sinergitas bersama Kepolisian Daerah Bangka Belitung dan Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung.
“Sekarang pihak kami bersinergi dengan kejaksaan dan kepolisian sehingga ke depannya akan banyak pelaku penyelundupan yang pasti dikenakan Gakkum,” kata Hardi, mengutip keterangan sumber yang disebutnya terpercaya di lingkup satuan tugas khusus tersebut.

Pers dan Masyarakat Diminta Kawal Bersama
Tak hanya memberikan dukungan, Hardi juga mengajak masyarakat Bangka Belitung dan insan pers untuk ikut mengawal proses penegakan hukum secara objektif.
Baginya, menjaga sektor pertimahan bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum. Masyarakat dan media juga memiliki peran penting agar tata kelola sumber daya alam berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi daerah.
“Ayo masyarakat Bangka Belitung, mari sama-sama kita dukung program Presiden terkait tata kelola pertimahan di daerah kita. Untuk insan pers, mari kita dukung penegakan hukum secara solid yang dilakukan seluruh aparat penegak hukum yang ada di sini,” pungkasnya. (RedL)









