Media Kejar Berita Audiensi ke Lapas Narkotika Kelas IIA, Bahas Kolaborasi dan Program Pembinaan

Berita, DAERAH17 Dilihat

Pangkalpinang, kejarberitanews.com — Media Kejar Berita melakukan audiensi sekaligus silaturahmi dengan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Kelas IIA, Mufakhom, A.Md.IP., S.H., M.Si., Senin (14/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, tim Media Kejar Berita disambut dengan baik oleh Kalapas Mufakhom yang menyampaikan sejumlah program serta kondisi yang menjadi perhatian di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA.

Mufakhom mengatakan, dalam waktu sekitar satu minggu setelah dirinya menjalankan tugas, pihaknya mulai membangun komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai pihak.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mendukung program pembinaan di dalam lapas. Ia juga menyampaikan bahwa pihak kelurahan memberikan dukungan dan ke depan akan dilakukan kolaborasi dengan pihak kelurahan, termasuk melibatkan Babinsa dari Koramil maupun Babinkamtibmas.

Salah satu program yang tengah dilakukan yakni pemanfaatan lahan untuk kegiatan pertanian. Sebelumnya, pihak lapas telah melakukan pembersihan lahan dan selanjutnya akan memasuki tahap pengolahan tanah.

Namun, kondisi tanah yang cenderung memiliki tingkat keasaman cukup tinggi menjadi salah satu tantangan sehingga diperlukan penanganan khusus agar lahan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kemarin kami berhasil membersihkan lahan. Tahap berikutnya pembuatan dan pengolahan tanah. Tanahnya cenderung asam tinggi, sehingga perlu komitmen khusus. Kami juga berdiskusi bagaimana cara menetralisir kondisi tanah tersebut,” ujar Mufakhom.

Selain pertanian, Lapas Narkotika Kelas IIA juga tengah menyiapkan program peternakan ayam petelur. Mufakhom menjelaskan, pihaknya telah melakukan studi ke salah satu tempat peternakan di Koba yang programnya sudah berjalan.

Lokasi untuk peternakan juga telah disiapkan dengan memanfaatkan area di sekitar tembok keliling sehingga warga binaan dapat terlibat tanpa harus keluar dari area lapas.

Saat ini, proses persiapan lokasi peternakan ayam petelur masih dilakukan, termasuk penyemenan tempat. Sementara itu, program pertanian yang sebelumnya telah dijalankan oleh Kalapas terdahulu, Novriadi, seperti tanaman pokcoy dan selada, tetap dilanjutkan dan telah rutin menghasilkan panen.

“Saya ingin membesarkan dan memanfaatkan area yang ada. Gang-gang di dalam juga bisa kita manfaatkan dan ditambah di bagian belakang blok ini,” katanya.

Mufakhom juga berencana memberikan pembekalan kepada warga binaan sebelum program peternakan dan pertanian tersebut dikembangkan lebih jauh.

Pihaknya berharap dapat menghadirkan pelatihan maupun berbagi pengetahuan dengan Dinas Peternakan sehingga warga binaan memiliki pemahaman dan keterampilan yang sesuai sebelum bibit ayam petelur didatangkan.

Di sisi lain, Mufakhom mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah kondisi over kapasitas. Kapasitas Lapas Narkotika Kelas IIA yang idealnya menampung sekitar 450 orang, saat ini dihuni 751 warga binaan.

Kondisi tersebut turut berdampak pada pengawasan, sementara jumlah petugas sekitar 80 orang dan yang secara khusus menjalankan tugas pengamanan hanya sekitar 30 orang. Dengan enam blok hunian yang membutuhkan pengawasan selama 24 jam, setiap regu hanya berjumlah sekitar 10 orang.

Karena itu, Mufakhom berharap sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Media Kejar Berita, dapat terus terjalin untuk mendukung program pembinaan dan memberikan manfaat bagi Lapas Narkotika Kelas IIA. (Lz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *