Pangkalpinang, kejarberita-news.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus berupaya meningkatkan respon terhadap kondisi darurat melalui inovasi panic button dalam program smart lansia. Hal ini dibuktikan dengan mulai diimplementasikannya panic button guna mempercepat respon darurat, mempermudah monitoring, serta meminimalisir risiko keterlambatan penanganan Warga Binaan lansia, Selasa (5/5).
Panic button dihadirkan sebagai langkah strategis untuk memberikan perlindungan optimal bagi Warga Binaan lansia, sekaligus memperkuat pelayanan Lapas Pangkalpinang yang profesional dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lapas Pangkalpinang, Sulaiman, selaku penggagas inovasi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari tugas Aktualisasi dalam Pelatihan Dasar CPNS.
“Melalui inovasi ini, kami berupaya menghadirkan solusi sederhana namun berdampak besar, khususnya dalam meningkatkan respon cepat terhadap kondisi darurat Warga Binaan lansia,” ungkapnya.
Lebih dari itu, Sulaiman menyampaikan keberadaan Warga Binaan lansia di Lapas Pangkalpinang menunjukkan kebutuhan khusus dalam pelayanan dan pengawasan. Namun, respon terhadap kondisi darurat masih belum optimal akibat keterbatasan sistem peringatan dini, sarana prasarana, serta kesiapsiagaan dan koordinasi petugas.
“Semoga inovasi ini dapat memberikan rasa aman serta perlindungan yang lebih baik selama Warga Binaan lansia menjalani masa pembinaan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Pangkalpinang, Andri Febrianto, menyampaikan dukungannya terhadap implementasi inovasi tersebut. Menurutnya, inovasi ini sangat membantu petugas dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan respon di lapangan.
“Dengan adanya panic button, koordinasi antar petugas menjadi lebih efektif sehingga penanganan kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengapresiasi inovasi Smart Lansia sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas pelayanan. Ia menambahkan bahwa penerapannya tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga memperkuat citra institusi yang humanis dan berorientasi pada keselamatan.
“Kami menyambut baik inovasi ini sebagai wujud kepedulian terhadap Warga Binaan lansia yang rentan, sehingga percepatan penanganan menjadi penting untuk menjaga keselamatan serta kualitas pelayanan,” pungkasnya.
Melalui inovasi ini, Lapas Pangkalpinang berharap dapat meningkatkan kinerja petugas sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi Warga Binaan lansia. Ke depan, upaya ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mewujudkan pelayanan Pemasyarakatan yang Profesional, Responsif, Berintegritas, Modern, dan Akuntabel (PRIMA), serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (kp)







