Pangkalpinang, kejarberita-news.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang menetapkan kebijakan khusus dalam pelaksanaan layanan kunjungan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dengan sistem pembagian jadwal secara bergilir. Langkah ini diambil sebagai upaya mengantisipasi lonjakan pengunjung yang biasanya terjadi saat momen lebaran, sekaligus menjaga situasi tetap kondusif di lingkungan lapas.
Berdasarkan pengumuman resmi, kunjungan dibagi selama tiga hari sesuai dengan blok hunian warga binaan. Pada 1 Syawal, kunjungan diperuntukkan bagi blok A, E, klinik, karantina, dan sel. Kemudian pada 2 Syawal untuk blok C, D, dan BBG, serta 3 Syawal bagi blok B dan Mapenaling. Pembagian ini dilakukan agar alur kunjungan lebih tertata dan tidak menimbulkan penumpukan.
Selain pengaturan hari, pihak lapas juga membagi waktu kunjungan ke dalam dua sesi, yakni pagi pukul 09.00–11.30 WIB dan siang pukul 13.30–15.30 WIB. Layanan tersebut mencakup kunjungan tatap muka sekaligus penitipan barang yang telah melalui prosedur pemeriksaan.

Pihak lapas menegaskan pentingnya kepatuhan pengunjung terhadap tata tertib yang telah ditetapkan, mulai dari berpakaian sopan, menjaga ketertiban, hingga tidak membawa barang terlarang seperti handphone, senjata, narkoba, maupun minuman keras. Bahkan, barang bawaan seperti tas dan handphone diminta untuk disimpan di kendaraan masing-masing karena lapas tidak menyediakan loker penitipan.
Dalam mekanismenya, setiap pengunjung diwajibkan mengambil nomor antrean, menunjukkan identitas asli beserta fotokopi, serta melakukan pendaftaran di loket. Satu warga binaan dibatasi hanya dapat dikunjungi maksimal lima orang dewasa, dengan durasi kunjungan selama 30 menit.
Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyampaikan “pengaturan ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan yang tetap mengedepankan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pihak”. Ia juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh ketentuan demi kelancaran bersama.
Dengan adanya pengaturan ini, diharapkan momen silaturahmi Idulfitri antara warga binaan dan keluarga tetap dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh makna, tanpa mengabaikan aspek keamanan di dalam lapas.













