Kridus: “Saya Tidak Kenal Pejabat Mana Pun, Saya Hanya Ingin Bangka Belitung Tetap Cinta Damai dan Kondusif, Jangan Dirusak Provokator”

Berita, DAERAH40 Dilihat

Pangkalpinang, kejarberita-news.com — Polemik terkait komentar Batara Harahap kembali menjadi sorotan publik. Setelah sejumlah pihak menilai pernyataan Batara bernada provokatif, kini giliran Kridus, salah satu warga Bangka Belitung, angkat bicara kembali dan memberikan tanggapan tegas.(11/12/2025)

Kridus menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kedekatan khusus atau hubungan politik dengan Gubernur Hidayat Arsani, gubernur adalah dipilih langsung oleh masyarakat, manajemen setiap kepemimpinan berbeda namun satu tujuan yang sama untuk mengabdi untuk kesejahteraan Bangka Belitung , namun ia merasa perlu bersuara karena tidak ingin Bangka Belitung terus diganggu dengan isu-isu yang menyesatkan salah satunya oleh batara harahap.

“Saya bukan dekat dengan Gubernur. Tapi saya dekat dengan keinginan melihat Bangka Belitung sejahtera, aman, dan tidak dipecah oleh opini provokatif,” tegas Kridus.

Menurutnya, masyarakat Bangka Belitung sedang membutuhkan ketenangan, bukan kegaduhan baru yang timbul dari pernyataan tanpa dasar.

Kridus memberi pesan yang sangat jelas kepada Batara Harahap agar lebih memahami kultur, karakter, dan suasana sosial di Bangka Belitung jika ingin diterima masyarakat.

“Kalau memang tinggal dan mencari rezeki di Bangka Belitung, belajarlah membaur dengan masyarakat. Jangan hadir sebagai provokator yang menodai kedamaian dan kehormatan pemimpin daerah,” ujar Kridus.

Ia menilai bahwa ucapan Batara Harahap justru memancing keresahan dan memecah konsentrasi masyarakat yang sedang fokus membangun dan memperbaiki ekonomi.

Kridus juga menegaskan bahwa kritik itu boleh, namun harus berlandaskan data, etika, dan tidak mencoreng nama baik seseorang, terutama pemimpin yang sedang menjalankan amanah.

“Saya Bicara untuk Kebaikan Babel, Bukan Membela Siapa pun”

Dalam keterangannya, Kridus kembali menekankan bahwa ia angkat suara bukan karena kedekatan dengan sosok Gubernur, melainkan karena kepeduliannya terhadap masa depan dan kesejahteraan Bangka Belitung. Opini kritik yg sifatnya membangun sangat dibutuhkan tapi ketika sudah provokasi ke hal yang lain sudah tidak wajar.

“Saya bicara bukan untuk membela Gubernur. Saya bicara karena tidak mau masyarakat Bangka Belitung terprovokasi oleh opini yang tidak jelas. Yang saya bela adalah ketentraman dan masa depan Babel,” ungkapnya.

Kridus akhirnya menyampaikan peringatan keras kepada Batara Harahap, yang belakangan dianggapnya sering memancing kegaduhan di tengah masyarakat Bangka Belitung. Dalam pesannya, Kridus menegaskan bahwa dirinya tidak sedang mencari musuh, namun ia tidak akan diam ketika kedamaian Bangka Belitung diganggu.

“Batara, saya peringatkan baik-baik… berhentilah membuat kekacauan di Bangka Belitung. Negeri ini butuh orang-orang yang membawa kesejukan, bukan kegaduhan.”

Kridus menyampaikan bahwa ia menilai ucapan dan gerak-gerik Batara dalam beberapa waktu terakhir hanya menambah panas suasana, dan itu bertentangan dengan karakter masyarakat Babel yang cinta damai.

“Kita di sini hidup rukun, saling menghormati. Jangan datang ke Bangka Belitung lalu membuat kegaduhan dengan opini yang tidak berdasar. Bangka Belitung tidak boleh jadi panggung provokasi.”

Dalam narasinya, Kridus juga membuka sedikit perjalanan hidupnya sebagai bentuk refleksi.

“Saya ini pernah nakal, saya akui itu. Hidup saya tidak selalu lurus. Tapi satu yang pasti: saya tidak pernah sedikit pun berniat menyusahkan Bangka Belitung.”

Ia menegaskan bahwa kenakalan masa lalu tidak membuatnya kehilangan rasa cinta terhadap daerah yang membesarkannya.

“Saya punya kekurangan, saya pernah terjatuh, tapi saya tidak pernah mau merusak kedamaian tempat saya hidup. Bangka Belitung ini rumah, bukan tempat untuk dijadikan panggung provokasi.”

Dalam peringatannya, Kridus juga memberikan kalimat yang membuat suasana semakin tegang namun tetap terkontrol:

“Aku tahu kamu… dan kamu tahu aku. Jadi sudahlah, hentikan drama yang memecah-mecah. Fokuslah membaur dengan masyarakat, bukan merusaknya.”

Kridus berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh opini yang bersifat destruktif dan selalu mengutamakan persatuan. Kridus menilai bahwa Bangka Belitung sudah cukup damai dan stabil, sehingga tidak layak dihancurkan oleh narasi provokatif dari oknum tertentu.

“Babel ini negeri yang aman. Jangan jadikan tempat ini ladang konflik hanya karena ada yang ingin mencari panggung,” tegas Kridus.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga solidaritas, tidak mudah terpancing, dan memprioritaskan kesejahteraan bersama di atas kepentingan pribadi. Siapapun yang menghancurkan atau mengusik Bangka Belitung akan berhadapa dengan kridus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *