Komisi III DPRD Soroti Antrean Abadi SPBU Keramat, Yogi Maulana: Ini Soal Ekonomi Masyarakat

Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Persoalan antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Pangkalpinang kembali mendapat sorotan tajam dari DPRD. Anggota Komisi III DPRD, Yogi Maulana, menegaskan bahwa panjangnya antrean BBM bukan lagi sekadar aspirasi, melainkan persoalan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk dirinya sendiri.

Yogi mengungkapkan, fenomena antrean di SPBU Keramat bukanlah hal baru. Kondisi tersebut sudah terjadi dalam waktu yang sangat lama, bahkan sejak ia kecil hingga saat ini, dan terjadi setiap hari tanpa henti.

“Terjadi BBM ini bukan hanya aspirasi dari masyarakat, tapi terutama kami yang rumahnya di SPBU Keramat. Bukan sehari atau sebulan, tapi setahun, sejak saya kecil sampai detik ini SPBU Keramat itu 500 meter tiap hari antrean,” ujar Yogi, Kamis (29/10/2026).

Menurut Yogi, persoalan ini harus ditegaskan bukan sebagai hal biasa. Panjangnya antrean BBM sangat menyangkut hajat hidup orang banyak, mulai dari terganggunya aktivitas harian hingga roda perekonomian masyarakat.

“Saya ingin menegaskan BBM panjang ini bukan soal biasa, ini menyangkut aktivitas, ekonomi masyarakat. Khususnya Bangka, masyarakat menghabiskan berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM. Bahkan ada satu hari pertalite habis, nelayan, UMKM, masyarakat kecil ikut terdampak,” tegasnya.

Oleh karena itu, Yogi mempertanyakan penyebab utama di balik antrean yang tak kunjung usai tersebut. Ia menyoroti Pertamina untuk membuka secara transparan terkait kondisi stok dan kuota BBM di setiap kabupaten.

“Pertanyaan kami, kenapa kalau stok ada tapi masih antrean? Kemudian yang pertama disorot Pertamina, bagaimana kondisi stok dan kuota setiap kabupaten, apakah pasokan sudah sesuai kebutuhan masyarakat? Apa penyebabnya, ini yang harus dijawab,” pungkas Yogi.(lz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *