Klarifikasi Kepala SDN 26 Pangkalpinang Bantah Isu Pemotongan Dana PIP dan Mark-up Harga LKS

Berita, DAERAH107 Dilihat

Pangkalpinang, kejarberita-news.com – Kepala Sekolah SDN 26 Kota Pangkalpinang, Melani, akhirnya angkat bicara terkait isu miring yang menerpa instansinya belakangan ini. Melani secara tegas mengklarifikasi bahwa kabar mengenai adanya pemotongan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) maupun ketidaktransparanan harga Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah tidak benar Rabu, (28/01/2026).

Terkait isu pemotongan dana PIP, Melani menjelaskan bahwa secara sistem hal tersebut sangat tidak mungkin dilakukan oleh pihak sekolah. Ia menegaskan bahwa dana bantuan pendidikan tersebut disalurkan langsung oleh pemerintah ke rekening masing-masing penerima.

“Dana PIP itu otomatis masuk ke rekening orang tua siswa. Tidak ada singgah ke rekening guru, apalagi rekening Kepala Sekolah. Jadi, berita pemotongan itu sama sekali tidak benar,” ujar Melani dalam keterangannya.

Ia mengaku tidak mengetahui detail harga tersebut karena teknis pengadaan LKS dikelola langsung melalui mekanisme Paguyuban. Ia menekankan bahwa pihak sekolah selalu mengedepankan komunikasi dua arah. Penggunaan LKS di sekolah telah melalui proses kesepakatan terlebih dahulu antara pihak sekolah dan orang tua murid sebelum diputuskan.

Menanggapi panasnya pemberitaan sebelumnya, Melani menduga hal ini dipicu oleh adanya miskomunikasi. Dirinya disinyalir sempat dianggap tidak kooperatif karena tidak membalas pesan singkat dari salah satu awak media.
Melani menjelaskan bahwa saat itu dirinya sedang menjalankan Dinas Luar (DL) sehingga tidak dapat merespons pesan dengan cepat. Sayangnya, media terkait langsung menaikkan pemberitaan tanpa mencantumkan keterangan bahwa pihak sekolah belum memberikan konfirmasi.

“Suasana menjadi semakin keruh karena berita langsung naik tanpa ada kalimat ‘sampai berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak terkait’. Padahal posisi saya sedang dinas,” tambahnya.
Melalui klarifikasi ini, pihak SDN 26 Pangkalpinang berharap masyarakat tidak lagi terpancing oleh isu yang tidak berdasar dan situasi di lingkungan sekolah dapat kembali kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *