Karnaval Pangkalpinang, SMA Negeri 2 Sungaiselan Bawa Pesan Pangan Lokal Lewat Kostum Kreatif

Berita, DAERAH7 Dilihat

Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Semarak karnaval di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, tidak hanya menghadirkan kemeriahan melalui iring-iringan peserta dan beragam kostum, Kamis (27/8/2026).

Sejumlah peserta juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan pesan tentang potensi pangan lokal.

Salah satunya ditampilkan oleh SMA Negeri 2 Sungaiselan. Para pelajar mengangkat tema “Bersama Pangan Lokal Rakyat Sejahtera, Bumi Makmur, Pangan Melimpah.”

Pesan tersebut diterjemahkan para siswa melalui kostum yang unik dan penuh warna. Berbagai busana dibuat dengan mengangkat simbol pangan lokal, seperti jagung, terong, padi, hingga ubi.

Yang menarik, kostum-kostum tersebut tidak sekadar dipilih untuk mempercantik penampilan dalam karnaval. Para peserta turut menunjukkan kreativitas dengan mendesain dan mengembangkan sendiri konsep kostum yang mereka kenakan.

Penampilan para siswa SMA Negeri 2 Sungaiselan pun menjadi perhatian di tengah ramainya masyarakat yang menyaksikan karnaval di Pangkalpinang.

Melalui karakter kostum yang mereka tampilkan, para pelajar seolah ingin mengingatkan bahwa pangan lokal bukan sekadar komoditas yang hadir di meja makan, tetapi juga bagian dari potensi daerah yang dapat mendukung kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Tema tersebut terasa relevan dengan kehidupan masyarakat Bangka Belitung yang memiliki beragam potensi hasil pertanian dan pangan lokal. Kreativitas para pelajar kemudian menjadi cara tersendiri untuk memperkenalkan pesan tersebut kepada masyarakat yang menyaksikan langsung karnaval.

Dari jagung, terong, padi hingga ubi, para siswa mengubah pangan menjadi karya visual yang berjalan di tengah jalanan Pangkalpinang.

Karnaval akhirnya tidak hanya menjadi ruang hiburan. Bagi SMA Negeri 2 Sungaiselan, momentum ini menjadi kesempatan untuk membawa pesan tentang kemandirian pangan, kecintaan terhadap produk lokal, serta peran generasi muda dalam mengenalkan potensi daerah dengan cara yang kreatif.

Dengan kostum yang mereka rancang sendiri, para pelajar menunjukkan bahwa pesan mengenai pangan lokal pun dapat disampaikan dengan cara yang sederhana, menarik, dan dekat dengan masyarakat.

Bagi mereka, pangan lokal bukan hanya tentang apa yang dikonsumsi hari ini, tetapi juga tentang bagaimana potensi tersebut dapat menjadi bagian dari masa depan masyarakat yang sejahtera. ( Faizah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *