Kado Merdeka Babel, Pemutihan Pajak Jadi Strategi Dongkrak PAD dan Mudahkan Warga

Pangkalpinang, kejarberitanews.com – Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus mengoptimalkan pelayanan perpajakan melalui program pemutihan pajak “Bebas e Ape Bae!” dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Bakuda Babel, Denny, mengatakan program yang dikemas sebagai “Kado Merdeka” tersebut tidak hanya memberikan keringanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mendorong realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, Bakuda mengoptimalkan layanan Samsat Keliling atau Samsat Setempoh dengan pola jemput bola ke sejumlah wilayah. Layanan tersebut menyasar titik-titik strategis seperti kantor desa, balai warga, pasar hingga pusat aktivitas masyarakat.

“Strateginya jemput bola terjadwal dan presisi. Kami berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga mereka tidak perlu datang jauh-jauh ke Samsat induk,” ujar Denny.

Ia menjelaskan, pelayanan Samsat Setempoh juga diperkuat melalui sinergi Tim Pembina Samsat yang melibatkan Bakuda Babel, Ditlantas Polda Babel, PT Jasa Raharja dan Bank Sumsel Babel.

Denny menyebutkan, dalam program “Bebas e Ape Bae!”, masyarakat mendapatkan sejumlah keringanan, di antaranya bebas denda PKB, bebas SWDKLLJ tahun lewat, bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II atau penyerahan kendaraan, serta bebas pajak progresif.

“Keringanan ini diharapkan menjadi stimulus bagi masyarakat yang masih memiliki tunggakan untuk menyelesaikan kewajibannya. Dengan begitu, tunggakan yang sebelumnya tertahan bisa menjadi penerimaan daerah,” jelasnya.

Selain meningkatkan penerimaan dalam jangka pendek, program tersebut juga dinilai penting untuk memperbarui basis data wajib pajak aktif. Hal ini menjadi salah satu fondasi bagi peningkatan penerimaan PKB secara berkelanjutan.

Denny menambahkan, kontribusi Bakuda dalam pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan peningkatan PAD. Pengelolaan APBD juga terus diarahkan agar akuntabel dan tepat sasaran, terutama untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan program kesejahteraan masyarakat.

“Di sisi pengelolaan keuangan, kami terus mendorong digitalisasi dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah agar lebih transparan, efektif dan efisien,” katanya.

Selain itu, penataan Barang Milik Daerah (BMD) juga menjadi perhatian agar aset pemerintah dapat dikelola secara tertib, optimal dan memberikan nilai tambah bagi pelayanan kepada masyarakat.

Pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Denny menegaskan komitmen Bakuda Babel untuk terus memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi pendapatan, pelayanan perpajakan yang semakin mudah serta pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung. (Lz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *