Pangkalpinang, kejarberita-news.com – Dalam Upaya mengendalikan inflasi yang terjadi di daerah, maka diadakanlah rapat koordinasi oleh kementerian daerah dalam negeri RI yang dihadiri oleh seluruh pihak yang terkait dari seluruh penjuru daerah Indonesia.
Dalam pertemuan yang diadakan secara online ini, pemerintah kota Pangkal Pinang mengadakannya di Smart Center Gedung kantor walikota pada Senin (20/10/2025).

Juhaini, selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan kota Pangkal Pinang menyampaikan beberapa poin materi dalam rapat hari ini.
“Dalam rapat ini tadi ada banyak yang dibahas, apabila dikerucutkan itu ada empat yakni, pertama Menkeu beri arahan berkaitan dengan percepatan realisasi belanja untuk pertumbuhan ekonomi, lalu Mendigri juga kasih info bahwa pertumbuhan ekonomi dimotori oleh mesin pemerintah, kemudian yang ketiga realisasi keuangan nasional pendapatnya itu 70,7 persen, belanja 56,07 persen dan kurs kota Pangkal pinang itu tertinggi diantara yang terendah, pertumbuhan ekonomi di Kuartal II 5,12 persen dengan inflasi 2,0 persen,” paparnya.

Selain itu Juhaini juga sempat menambahkan kesimpulan daripada rapat hari ini kepada awak media.
“Kesimpulanya adalah kita diarahkan untuk 92 hari fokus pada pengelolaan dana di bank daerah, kemudian point kedua yakni percepatan belanja yang tepat dan berkualitas, kemudian yang ketiga itu adalah meningkatkan layanan publik dan yang terakhir adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah ( PAD).
Dampak daripada kebijakan Menkeu yang berkurangnya 170 Miliar transfer pusat ke daerah-daerah memberikan dampak yang sangat besar, selain itu untuk penyesuaian pengelolaan keuangan disesuaikan dengan kebutuhan daerah yang terus berjalan, dengan adanya rapat ini adalah salah satu bentuk penyebaran informasi keuangan rangkap dari tiap-tiap daerah.
Penulis: Nur Hafifah










