Bangka, kejarberitanews.com — Di balik keberhasilan mahasiswa meraih gelar akademik, terdapat perjuangan, pengorbanan, dan doa keluarga yang turut mengantarkan mereka hingga ke titik kelulusan. Pesan tersebut menjadi penekanan Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB), Prof. Dr. Ibrahim, M.Si., dalam Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-38 UBB yang berlangsung di Balai Utama De Universitaria, Rabu (4/11/2026).
Mengangkat tema Pejuang Keluarga, Ibrahim mengajak para wisudawan memaknai kelulusan bukan sekadar keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pencapaian bersama orang-orang yang telah mendukung perjalanan mereka.
Sebanyak 655 lulusan dari jenjang diploma, sarjana, dan magister mengikuti prosesi wisuda tersebut. Momentum ini menandai berakhirnya satu tahapan pendidikan sekaligus awal perjalanan untuk menghadapi tantangan kehidupan dan dunia kerja.

Dalam sambutannya, Ibrahim menekankan bahwa kesempatan meraih gelar akademik patut disyukuri. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari peran orang tua dan keluarga yang memberikan dukungan moral maupun material selama mahasiswa menempuh pendidikan. “Di balik kisah kita hari ini, ada tulang punggung yang sangat kuat menyanggah kita,” demikian pesan yang ditampilkan dalam materi sambutan Rektor.
Selain menyoroti peran keluarga, Ibrahim mengingatkan bahwa keberhasilan lulusan tidak cukup diukur dari gelar akademik. Kemampuan intelektual perlu diimbangi dengan kekuatan mental dan integritas moral agar para lulusan mampu menghadapi berbagai tantangan setelah meninggalkan bangku perkuliahan.
Menurutnya, perguruan tinggi telah memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman. Namun, setelah menyelesaikan studi, tanggung jawab menentukan arah kehidupan dan masa depan berada di tangan masing-masing lulusan.
Karena itu, para wisudawan diharapkan mampu bersikap mandiri, adaptif terhadap perubahan, serta berani mengambil keputusan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan tanggung jawab.

Ibrahim juga berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater sebagai bagian dari identitas dan tanggung jawab moral yang melekat setelah menyelesaikan pendidikan. “Jagalah nama baik almamater karena Anda besar dan tumbuh menjadi orang cerdas dan terpelajar dari rahim Universitas Bangka Belitung,” pesan Ibrahim.
*Perjuangan Siena Wasiangge dan Linda Y. Adii* Menyelesaikan Kuliah di Perantauan
Pesan Rektor tentang perjuangan keluarga menemukan gambaran nyata dalam pengalaman Siena Wasiangge dan Linda Y. Adii, dua lulusan Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UBB, yang berhasil menyelesaikan pendidikan setelah menjalani kehidupan sebagai mahasiswa perantauan.
Siena menceritakan bahwa beberapa tahun lalu mereka datang ke Pulau Bangka bersama enam orang teman lainnya untuk melanjutkan pendidikan. Namun, seiring berjalannya waktu, satu per satu rekan mereka pulang. Situasi tersebut sempat membuat Siena khawatir akan mengalami hal serupa dan kembali ke daerah asal tanpa menyelesaikan pendidikan.
“Beberapa tahun yang lalu, kami datang ke sini berjumlah delapan orang. Namun, satu per satu teman kami pulang. Kami sempat berpikir bahwa kami juga akan pulang tanpa membawa gelar,” ungkap Siena.
Di tengah keraguan tersebut, Siena mengaku mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Para dosen dan ibu kos turut memberikan perhatian serta semangat yang membantunya bertahan selama menempuh pendidikan jauh dari keluarga.
Salah satu motivasi terkuat yang disampaikan Siena adalah ingatan tentang perjuangan orang tua yang telah bersusah payah mengumpulkan uang untuk membiayai keberangkatan mereka ke Pulau Bangka.
“Kami teringat kepada orang tua yang bersusah payah mengumpulkan uang untuk membeli tiket ke Pulau Bangka agar kami bisa berkuliah. Hal itulah yang memotivasi kami untuk tetap bertahan dan menyelesaikan pendidikan di Universitas Bangka Belitung,” ujar Siena.

Perjalanan pendidikan tersebut akhirnya mengantarkan Siena dan Linda hingga ke hari kelulusan. Meski orang tua keduanya belum dapat hadir secara langsung dalam prosesi wisuda, momen tersebut diwarnai kejutan berupa pesan video dari keluarga yang telah dipersiapkan tanpa sepengetahuan mereka.
Pengalaman yang disampaikan Siena memperlihatkan pentingnya dukungan lingkungan dan keluarga dalam membantu mahasiswa menghadapi tantangan pendidikan. Kisah tersebut sekaligus memperkuat pesan Ibrahim agar para lulusan tetap optimistis, tidak mudah menyerah, dan memiliki keberanian untuk melangkah menuju masa depan.
Pada Wisuda ke-38 tersebut, para lulusan berasal dari enam fakultas, yakni Fakultas Sains dan Teknik sebanyak 166 orang, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan 131 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 158 orang, Fakultas Hukum 57 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 78 orang, serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 65 orang.
Melalui momentum wisuda tersebut, para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan ke dalam kehidupan bermasyarakat. Gelar akademik yang diraih menjadi awal tanggung jawab baru untuk terus mengembangkan diri, menjaga integritas, serta menghasilkan karya dan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. *(Humas UBB)*










