Pangkalpinang, kejarberita-news.com – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tengah menghadapi tekanan fiskal akibat defisit anggaran yang terjadi di tengah kebijakan efisiensi yang diberlakukan di berbagai sektor. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan DPRD.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Provinsi Babel, Jumat (27/3), menegaskan agar seluruh jajaran lebih berhati-hati dalam menggunakan anggaran. Ia meminta setiap pengeluaran dilakukan secara selektif dan tepat sasaran.
Menurutnya, langkah efisiensi merupakan upaya untuk menjaga stabilitas keuangan daerah agar tetap mampu menjalankan program prioritas, khususnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Babel dari Fraksi Partai Golkar, Rina Tarol, menilai kondisi ini tidak hanya terjadi di tingkat daerah, tetapi juga dipengaruhi oleh situasi ekonomi global.
“Dengan kondisi ekonomi bukan hanya di Bangka Belitung, tapi secara global kita lagi mengalami efisiensi dan semua pihak mau tidak mau harus mencari cara bagaimana mengatur keuangan itu tetap bekerja maksimal untuk masyarakat dengan keuangan yang sangat minim ini agar kita tidak jadi abai keinginan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran harus diimbangi dengan strategi pengelolaan yang tepat, sehingga pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Penulis: Eji













